oleh

Hukum Adat Hak Tinggal Warga di Cabut, Abd Azis di Panggil Penyidik Polda Sulsel Gegara Live di Medsos

GOWA. CELEBESTIMES.com – Gegara siaran langsung di media sosial Facebook, warga Kanreapia, berurusan dengan penyidik Ditreskrimsus Polda Sulsel, Senin 4 November 2019, namun yang bersangkutan baru memenuhi panggilan itu, pada hari selasa 5 November 2019.

Warga Desa Kanreapia ini diketahui bernama Abd Azis Daeng Aco, dia diduga melakukan siaran langsung (live) di medsos dengan menggunakan akun facebook miliknya, sehingga dapat diakses atau di konsumsi oleh publik secara umum.

Dalam video siaran langsung itu, disinyalir, awalnya membahas dugaan tindak pidana asusila, hingga pencabutan hak tinggal, dengan kata lain “diusir dari kampung” dengan mengatas namakan hukum adat, dimana dalam pertemuan disebuah rumah kepala dusun di Desa Kanreapia itu menyebut dua nama warga setempat yang dituding sebagai terduga pelakunya.

Akibat dari dampak video siaran langsung, yang menyebut nama dua warga tersebut, mengarah pada dugaan pencemaran nama baik, sebab diyakini, opini publik telah terbangun. kenapa, mengapa dan apa yang dilakukan sehingga izin tinggal seseorang dicabut oleh pemangku adat.

” Memang di akui jika di negara kita ada hukum adat, namun bukan berarti harus mempermalukan warganya di depan umum, terlebih kasus asusila, dan itu diatur dalam undang-undang. Apalagi sampai menyebar luaskan melalui situs jejaring media sosial (internet). Sebab, negara kita juga berlaku Undang-undang Hak Asasi Manusia (HAM). Kemudian, nafas negara kita adalah Pancasila, dimana sila pertama disebutkan Ketuhanan Yang Maha Esa, serta sila kelima, Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia, ujar Dedy Ariyanto, mahasiswa Fakultas Hukum disalah satu Universitas yang ada di Sulsel.

” Yakin dan percaya, dengan siaran langsung itu, opini masyarakat akan terbangun dengan berbagai macam anggapan, olehnya itu, ini pelajaran bagi kita semua, jika bukan, atau tanpa hak dan kesepakatan dari kedua belah pihak, jangan sekali-kali mempublish ke ke media sosial, gambar atau video percakapan yang bersifat privasi, martabat seseorang, tanpa melalui putusan sidang dan pengadilan sesuai undang-undang, serta aturan yang berlaku di negara kita ini,” jelas Dedy

Dari peristiwa tersebut, akhir-akhir ini Desa Kanreapia, menjadi hangat dalam pemberitaan. Lantaran adanya keputusan adat yang menjatuhi hukuman kepada warganya, tanpa melalui sidang pengadilan adat, yang menghadirkan para saksi, dan kedua belah pihak. Berita ini buming, menjadi viral, karena dianggap begitu mudahnya mencabut hak tinggal seseorang warga negara.

Dampak dari video siaran langsung melalui facebook pada 4 Agustus 2019 itu, Abd Azis Daeng Aco, warga Kanreapia kini berurusan dengan pihak Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Selatan (Sulsel). Daeng Aco di tuding, telah menyebar luaskan konten yang berisi pencemaran nama baik, menyebut nama orang yang tidak bisa lagi tinggal di desa Kanreapia, atau kata lain di usir dari kampung halaman, tempat dia menetap selama ini, dimana awal peristiwa itu bermula dari perundingan pembahasan kasus dugaan asusila

Selain Abd Azis, disinyalir ada beberapa nama, yang juga akan ikut di panggil untuk dimintai keterangannya dalam dugaan kasus pencemaran nama baik itu. Sebab dalam video tersebut terlihat sejumlah warga yang turut hadir menyaksikan.

Sementara itu AKP. Salim D. SH. MH, Kanit III Subdit 5 Ditreskrimsus Polda Sulsel, yang di konfirmasi melalui via Whatshapp, Jumat, 8 November 2019 sekira pukul 14.42 Wita mengatakan jika pihaknya masih dalam tahap interogasi terhadap saksi-saksi.

” Masih interogasi saksi terkait, Pak Azis sudah kita mintai keterangannya,” singkat AKP. Salim melalui balasan via Whatshapp miliknya

Pemanggilan Abd Azis tersebut guna dimintai keterangannya, dimana itu akan terus  di kembangkan oleh penyidik untuk kemudian akan di proses sesuai UU ITE.

(awi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed