oleh

Ini Sederet Kasus Yang Berhasil Diungkap AKBP Ardiansyah Selama Jabat Kapolres Palopo

PALOPO.CELEBESTIMES.com – Tongkat komando kapolres Palopo resmi berpindah ke tangan AKBP Alfian Nurnas SH SIk.

Saat ini, AKBP Ardiansyah SIk MH menjabat sebagai Kepala Bagian Pengawasan Penyidikan Kriminal Khusus Polda Sulawesi Selatan.

Di Polres Palopo, AKBP Ardiansyah memegang tongkat komando sejak Oktober 2018 hingga Nopember 2019.

Selama memimpin di Polres Palopo, AKBP Ardiansyah bersama jajarannya berhasil mengungkap sejumlah kasus, utamanya kasus pembunuhan Gadis Liong yang sempat mengendap sejak April 2015 silam.

“Ada satu kasus pembunuhan yang terjadi di tahun 2019, namun kami berhasil mengungkap dua kasus. Satu kasus pembunuhan yang kami ungkap terjadi pada tahun 2015,” kata AKBP Ardiansyah saat menyampaikan laporannya kepada Kapolres Palopo yang baru, Kamis (28/11/2019).

Selain berhasil mengungkap kasus pembunuhan yang sempat menjadi misteri selama empat tahun, AKBP Ardiansyah dan jajarannya juga berhasil mengungkap sejumlah kasus lainnya, berikut sejumlah kasus menonjol yang berhasil dibongkar.

Sejak Oktober 2018 hingga Oktober 2019, Ardiansyah berhasil mengungkap 56 kasus narkoba dari 56 laporan.

“Untuk kasus narkoba, target kami memutuskan jaringan. Jadi, jika satu tertangkap, kita akan kembangkan hingga memutuskan jaringan tersebut,” ujar Ardiansyah.

Sementara untuk kasus perlindungan anak, Ardiansyah berhasil mengungkap 55 kasus dari 47 kasus yang dilaporkan selama masa jabatannya sebagai kapolres Palopo.

Di tempat yang sama, Ardiansyah juga mengatakan, bahwa di kota Palopo, kasus yang mendominasi adalah kasus penganiayaan. Selama sekitar setahun, kasus yang dilaporkan sebanyak 191 kasus dan yang telah selesai diungkap sebanyak 135 kasus, sedangkan kasus pengeroyokan yang berhasil diungkap, ada 60 kasus dari 76 laporan.

Ardiansyah mengatakan, pemicu kasus penganiayaan di Kota Palopo dipicu minuman keras. Makanya, warung-warung ballo kerap menjadi sasaran operasi.

Kasus pencurian juga termasuk tinggi, ada 108 kasus yang telah diselesaikan. Menurutnya, kasus pencurian motor (curanmor), kadang terjadi akibat korban tidak mencabut kunci motornya, dan ada juga yang tidak mengunci leher motornya.

Pada kasus kecelakaan lalulintas, diakui Ardiansyah didominasi akibat pelanggaran yang dilakukan oleh pengendara itu sendiri.

Kasus lakalantas yang terjadi sebanyak 196 kejadian, dengan korban meninggal sebanyak 29 orang, luka berat sebanyak 4 orang dan luka ringan ada 292 orang.

Selain kasus menonjol, sejumlah kasus lainnya juga berhasil diungkap.(san)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed