oleh

Keracunan Massal, Kadis Kesehatan Palopo : Kita Sudah Ambil Sampel Makanan

PALOPO. Peristiwa keracunan massal santri Pesantren Datuk Sulaiman malam tadi sekira pukul 23.15 Wita, Rabu, 15 Januari 2020, hebohkan warga Kota Palopo, Sulawesi Selatan.

Menanggapi hal tersebut, Kadis Kesehatan Kota Palopo, Taufiq., S.Kep.,M.Kes saat dikonfirmasi sekira pukul 13.30 Wita, Kamis 16 Januari 2020, kepada celebestimes.com mengatakan, peristiwa terjadinya keracunan massal, di diketahui setelah dirinya dihubungi oleh pihak pesantren Putri Datok Sulaiman sekira pukul 01.00 Wita dini hari, Kamis 16 Januari 2020, yang berada di Jalan H.M.Daud Kelurahan Tompotikka Kecamatan Wara Kota Palopo.

” Kita dihubungi oleh pihak pesantren sekira pukul 01.00 Wita, ada santri yang muntah-muntah, mencret, yang mungkin karena adanya persoalaan keracunan, karena kita belum mengetahui secara pasti apa penyebabnya,” kata Kadis Kesehatan Kota Palopo. Kamis, 16 Januari 2020.

” Kita sudah ambil sampel makanan, untuk diperiksa ke Makassar, dan BPOM Palopo juga sudah mengambil sampel makanannya, bahkan mutah dari santri juga diambil untuk mengetahui hasilnya itu disaksikan oleh aparat kepolisian,” sambung Kadis kesehatan.

Selain itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Palopo mengatakan, santri yang menjadi korban dari dugaan keracunan tersebut, saat ini sedang menjalani perawatan medis.

” Untuk data santri sampai siang ini sudah kurang lebih 88 orang, 5 yang diobservasi di Pesantren, dan lainnya hampir semua Rumah sakit yang ada di Palopo, dan Puskesmas dipakai untuk melakukan perawatan, namun yang paling banyak dirawat di RS St.Madyang dan Palammai Tandi,” terang Taufiq.

Sementara itu, Wakapolres Palopo Kompol Ade Noho malam tadi yang tiba di Lokasi kajadian mengatakan, jika gejala mual dan muntah oleh santri, diduga kuat karena keracunan makanan.

” Keracunan ini adalah keracunan makanan, untuk itu langkah awal yang kita lakukan pengecekan dan mengamankan sisa-sisa makanan yang ada di dapur, berupa lauk, sayur dan makanan, serta muntah dari santri untuk di lab, apa sebab terjadinya keracunan ini,” ungkap Wakapolres Palopo Kompol Ade Noho malam tadi.

Dari pantuan di lapangan, sejumlah Rumah Sakit Umum (RSU) di Kota Palopo, seperti RSU Atmedika, RSU St Madyang, RSU Bintang Laut, RSU Mega Buana, RSUD Sawerigading, dan juga sejumlah Puskesmas yang ada dikota Palopo.

(beloa/yasri)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed