oleh

Aksi Demonstran FM3 Berujung Penangkapan, Ketua EK LMND Makassar Angkat Bicara

MAKASSAR. CELEBESTIMES.com – Aksi demonstrasi oleh Front Mahasiswa Makassar Menggugat (FM3) Selasa (12/11/19) yang menolak kenaikan iuran BPJS bertempat depan kantor Gubernur Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), berbuntut panjang hingga berujung pada penangkapan.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel disinyalir melaporkan pengunjukrasa ke aparat kepolisian, lantaran diduga melakukan perusakan pagar pintu gerbang milik Kantor Gubernur SulSel.

BACA JUGA :

Terjadi penangkapan terhadap sejumlah aktivis mahasiswa yang tergabung dalam FM3, Ketua Eksekutif Kota LMND Makassar, Aldy Ardansyah angkat bicara.

” Hingga saat ini informasi yang kami terima sudah 6 orang aktivis dari kalangan mahasiswa di tahan. Harusnya pihak pemerintah Provinsi Sulsel lebih bijak melihat persoalan ini, kalau gesekan yang terjadi di depan kantor Gubernur Sulsel itu, imbasnya asap. Jauh lebih penting memikirkan dan memberikan solusi atas persoalan kenaikan iuran BPJS yang ditentang oleh sebagian besar mahasiswa dan rakyat,” kata Aldy Ardiansyah Ketua Ekesekutif LMND Kota Makassar. Selasa, 19 November 2019

Menurut Aldy, upaya melapor dan mengkriminalisasi massa aksi dianggapnya respon yang cukup berlebihan. Kekeliruan saat demonstrasi berlangsung, seharusnya lebih mendahulukan komunikasi atau dialog dalam menyelesaikan masalah.

Diketahui, Aksi penolakan kenaikan iuran BPJS bukan hanya di Sulsel, namun protes juga terjadi di beberapa daerah.

” Negara paham berdemokrasi, hal ini lumrah sebagai reaksi penolakan Perpres no 75 tahun 2019, karena di anggap mempersulit akses masyarakat mendapatkan layanan kesehatan yang layak, padahal itu sudah menjadi hak dasar yang dijamin oleh konstitusi,” terang Aldy

Berdasar hal tersebut, pihak Eksekutif Kota LMND Makassar meminta untuk menghentikan penangkapan, dan membebaskan aktivis mahasiswa yang masih ditahan oleh aparat Kepolisian si Mapolrestabes Kota Makassar.

” Kami juga meminta kepada Gubernur Provinsi Sulawesi Selatan, agar mendahulukan pendekatan dialog dalam menghadapi demonstrasi mahasiswa dan rakyat,” tutup Aldy Ardiansyah Ketua Eksekutif Kota LMND Makassar.

(awi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *