oleh

Aksi Solo Depan Polres Palopo, Kader GAM Tuntut Copot Kapolres Wakotobi

PALOPO–Salah satu kader dari Gerakan Aktivis Mahasiswa (GAM), lakukan aksi Solo sekira pukul 14.30-15.00 wita di Jalan Oppu Tossapille, Kelurahan Botting, Kecamatan Wara, tepatnya depan Kantor Polres Kota Palopo. Jum’at,10 Juli 2020.

Kader GAM Ardianto Palla alias Apet sapaan akrab sehari-harinya, dalam aksi solonya itu, membawa spanduk yang di ikat di badan juga dilehernya, dimana dalam spanduk itu memuat beberapa tuntutannya.

BACA JUGA :

Dalam orasinya, Apet mengecam dan mengutuk keras tindakan oknum anggota Polri di Polres Wakotobi Sulawesi Tenggara, dan oknum satpol PP, yang diduga melakukan pemukulan terhadap salah satu senior dari aktivis GAM, saat menyikapi persoalaan Bantuan Sosial Tunia (BST) tahap ke 2.

“Saya selaku Kader dari Gerakan Aktivis Mahasiswa Kota Palopo, mengecam dan mengutuk keras Oknum anggota Polri di Polres Wakotobi dan Oknum Satpol PP, yang melakukan pemukulan terhadap senior saya Emen Lahude dari Gerakan Aktivis Mahasiswa, saat menyikapi persoalaan BST tahap ke 2 nya tak kunjung di cairkan oleh Pemerintahan Dinas Sosial Kab. Wakotobi, sehingga akibat dari pemukulan tersebut Pipi kirinya mendapatkan 7 Jahitan,” kata Apet.

Apet menambahkan, oknum anggota Polri di Polres Wakotobi dan Oknum Satpol PP, yang melakukan pemukulan segera ditangkap dan adili sesuai dengan ketentuan peraturan per undang-undangan yang berlaku.

“segera tangkap dan adili Oknum-oknum tersebut sesuai dengan ketentuan peraturan Undang-Undang yang berlaku di Negara kita ini, tanpa adanya perbedaan, meskipun dia adalah oknum anggota Polri dan oknum anggota Satpol PP,” tambahnya.

“Dalam UUD 1945 kita didalam Pasal 27 ayat (1) di tegaskan semua warga negara bersamaan kedudukannya di dalam hukum,” tegasnya

Adapun tuntutan kader GAM ini dalam aksi solonya di depan kantor Polres Palopo, sebagai berikut :

1. Segera lakukan Reformasi Birokrasi di Jajaran Polda Sulawesi Tenggara.

2. Copot Kapolres Wakotobi Sulawesi Tenggara.

3. Meminta agar oknum aparat yang melakukan pemukulan terhadap senior kami di GAM (EMEN LAHUDA) dapat di proses secara Hukum sesuai dengan KHUP.

(Dedy)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *