oleh

BPH Migas Mengendus Adanya Dugaam Penyelewengan Solar Bersubsidi di 10 Provinsi

JAKARTA, CELEBESTIMES.com – Badan Pengatur Hulu Minyak dan Gas (BPH Migas) membatasi kendaraan tertentu untuk mengunakan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar yang bersubsidi.

Hal itu dilakukan menyusul adanya potensi kelebihan kuota penggunaan solar bersubsidi. Dikutip dari laman kompas.com, BPH Migas mengendus adanya dugaan penyelewengan penggunaan solar bersubsidi di 10 provinsi di Indonesia.

BACA JUGA :

“ Daerah10 provinsi itu, Kalimantan Timur, Riau, Lampung, Sulawesi Barat, Sulawesi Utara, Kepulauan Riau, Jawa Timur, Bangka Belitung, Sumatera Barat, dan Sulawesi Selatan,” ujar Kepala BPH Migas Fanshurullah Asa di Jakarta, yang dilansir dari kompas.com. Rabu (21/8/2019).

Sosok pria akrab disapa Ifan ini menjelaskan, kendaraan yang akan dibatasi menggunakan solar bersubsidi, seperti kendaraan pengangkutan hasil perkebunan, kehutanan dan pertambangan, dengan jumlah roda lebih dari enam, baik dalam kondisi bermuatan atau tanpa muatan.

Kemudian, pelarangan penggunaan solar subsidi untuk kendaraan berplat merah, mobil TNI/Polri dan sarana transportasi air milik pemerintah. Selanjutnya, pelarangan penggunaan solar subsidi bagi mobil tangki BBM, CPO, dump truck, truk trailer, truk gandeng dan mobil molen (pengangkut semen).

Kemudian, Pertamina juga dilarang melayani pembelian solar bersubsidi bagi konsumen pengguna usaha mikro, perikanan, pertanian, transportasi air yang menggunakan motor tempel dan pelayanan umum tanpa menggunakan surat rekomendasi dari instansi berwenang.

Selain itu, maksimal pembelian solar subsidi bagi angkutan barang beroda 4 sebanyak 30 liter/hari, roda 6 sebanyak 60 liter/hari dan kendaraan pribadi sebanyak 20 liter/hari.

Kebijakan pengendalian solar bersubsidi ini seharusnya mulai berlaku sejak 1 Agustus. Namun, BPH Migas masih ingin mensosialisasikan kebijakan ini hingga Oktober 2019.

“Berlakunya sudah 1 Agustus, tapi kita sosialisasi dulu, koordinasi dengan ESDM dan Pertamina. Jadi sekarang sudah berjalan (sosialisasinya). Makin telat kita sosialisasi, makin besar potensi untuk penyimpangan tadi,” kata Ifan.

(Editor : Awi Celebes)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul ” Ini Kendaraan-kendaraan yang Dilarang Konsumsi Solar Bersubsidi”, https://money.kompas.com/read/2019/08/22/052535226/ini-kendaraan-kendaraan-yang-dilarang-konsumsi-solar-bersubsidi.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *