oleh

Cerita Ibu Korban Penikaman di Palopo

PALOPO. Terlepas dari karakter seorang anak saat berada diluar rumah, Ibu mana yang tidak merasa sedih jika mendengar buah hatinya mendapat musibah.

Hasna (52) ibu dari Amar (22) salah satu korban penikaman di Jalan Ratulangi Salobulo Wara Utara, saat ditemui di kediamannya Sabtu,13/06/2020. di kompleks Pasar Andi Tadda Kota Palopo mengaku tidak dapat berbuat banyak setelah pihak rumah sakit (RS) menanyakan kesediaannya untuk melakukan operasi.

BACA JUGA :

” Saya hanya bisa berdoa, jika Tuhan menghendaki kesembuhan anak saya, Insya Allah akan disembuhkan. Kami tidak punya biaya untuk operasi, seandainya BPJS Pemerintah dapat digunakan, semua biaya pengobatan pasti tidak ada masalah, tapi BPJS tidak menanggungnya. Kami ini kasihan keluarga kurang mampu,” tutur Hasna. Sabtu, 13/06/2020.

Cerita pilu dari Hasna ibu Amar, korban penikaman ini sangat menyentuh hati. Dikatakannya, untuk menghidupi keluarganya, kedua orang tua, bahkan Amar sendiri bekerja sebagai buruh angkat barang di pelabuhan bersama ayahnya.

” Untuk kehidupan sehari-hari saya berjualan barang campuran, kemudian Amar dan ayahnya bekerja di pelabuhan angkat barang,” kata Hasna yang terlihat dimatanya seolah menahan beban berat kehidupan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *