oleh

Dinas Pendidikan Bombana Besok Memulai Proses Belajar Tatap Muka di Sekolah

BOMBANA – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bombana Sulawesi Tenggara mulai besok 1 September 2020 akan memulai proses belajar mengajar tatap muka di disekolah di masa pandemi Covid-19.

Melalui (Pelaksana tugas) Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bombana, Man Arfa di Kendari, yang dikutip dari laman berita antaranews.com mengatakan, bahwa penerapan belajar konvensional karena Bombana masuk zona hijau.

BACA JUGA :

“Penerapan proses belajar mengajar tatap muka mengacu pada surat edaran Kementerian Pendidikan dan Kementerian Agama yang membolehkan bagi daerah status zona hijau,” kata Man Arfa dikutip dari media online antaranews.com

Meskipun zona hijau, namun proses belajar mengajar diharapkan tetap taat dan menerapkan protokol kesehatan, dalam mengantisipasi penyebaran virus Corona atay Covid-19 yang hingga saat ini masih mencemaskan.

Penerapan protokol kesehatan dalam kegiatan proses belajar mengajar di sekolah meliputi penyediaan air cuci tangan, alat pelindung diri berupa masker, alat pengukur suhu, cairan anti septik serta alat pecegahan lainnya.

Dianjurkan pula, jika siswa mencapai 30 orang dibagi menjadi 2 kelompok belajar, serta jam belajar bergiliran setiap satu jam, agar tidak terjadi penumpukan atau kerumunan.

Untuk tenaga pendidik akan di kerahkan ke sekolah-sekolah guna memantau berlangsungnya proses belajar mengajar, di tengah kebiasaan pola hidup baru.

Diharapkan pula, Kepala sekolah dan guru harus tegas dalam menerapkan protokol kesehatan, dengan tidak mentolerir siapa pun yang terdeteksi suhu badan di atas 37 derajat, segera dipulangkan. Dan harus menyiapkan masker mengantisipasi, adanya siswa yang lupa membawa masker.

Pembukaan belajar di sekolah dalam mengoptimalkan proses belajar mengajar, yang beberapa waktu belakangan ini, masih dinilai kurang maksimal.

Pilihan lain juga masih diberlakukan seperti, adanya orang tua yang belum mengizinkan anaknya untuk masuk sekolah, maka pelayanan belajar mengajar dapat dilakukan melalui daring.

“Sambil berjalan kita evaluasi. Banyak pihak yang meragukan kondisi kesiswaan yang belajar melalui daring,” ujarnya.

Selain itu, penerapan kurikulum pendidikan juga dinilai sulit terpenuhi, serta pengawasan terhadap peserta didik cukup sulit, saat masa belajar online.

Editor : Dedy
Sumber : antaranews.com

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *