oleh

Kasus ITE Yang Dilaporkan Warga Desa Kanreapia Segera Digelar di Polda Sulsel

GOWA.CELEBESTIMES.com – Progres dari kasus ITE yang di laporkan oleh salah satu warga Desa Kanreapia tidak lama lagi akan segera di gelar oleh penyidik Cyber Crimsus Polda Sulsel.

Hal tersebut di benarkan oleh AKP. Salim penyidik Cyber Crimsus Polda Sulsel saat di konfirmasi sore tadi, Jumat 20 Desember 2019, sekira pukul 16.37 Wita, via telepon selular (Ponsel).

BACA JUGA :

” Kedua belah pihak telah kita ambil keterangannya, segala upaya dan mediasi telah kita lakukan. Bahkan baru-baru ini ribuan massa datang bersama mendampingi pihak terlapor,” ujar AKP. Salim dari balik ponselnya

” Pihak pelapor, Jamal kita juga sudah sampaikan. Namun pihak terlapor ini, saya liat hukum adat bagi mereka harga mati, jadi kasus ini akan segera kita gelar, karena bahannya sudah 90 persen. Jadi nanti kita ajukan ke Dir kapan waktynya, dan hasilnya itulah nanti kita akan laksanakan,” terang perwira tiga balok di pundak ini.

Sementara itu, pihak pelapor hingga sajauh ini tetap merespon dengan baik progres penanganan penyidik di Polda Sulsel. Hanya saja kata Jamal, jika kekuatan massa yang menjadi barometer, maka pihaknya juga akan mendatangkan massa dua kali lipat dari massa pihak terlapor.

” Hingga sejauh ini kami masih merespon dengan baik kinerja teman-teman penyidik di Polda Sulsel. Hanya saja jika kekuatan massa yang menjadi barometer, maka dua kali lipat massa akan kita turunkan juga, untuk ramai-ramai ke Polda Sulsel,” tegas Jamal.

” Jika terlapor menganggap harga mati maka kami juga berpendapat demikian, ini adalah kehormatan keluarga kami, tentu tidak ada satupun pihak yang mau diperlakukan demikian. Apa yang menjadi dasar pihak pemangku adat menjatuhkan sanksi kepada ayah saya, kemudian memviralkannya di medsos,” terang Jamal sapaan akrab Jamaluddin.

Sekedar diketahui, sebelumnya, orang tua Jamal di tuding melakukan  asusila, namun pihak Kepolisian Polsek Tombolo Pao beberapa waktu lalu, mengatakan jika pihaknya tidak dapat memproses hal tersebut, selain tidak cukupnya bukti, juga tidak adanya pelapor yang merasa di rugikan, baik istri maupun suami dari pihak yang dijadikan korban.

” Sekalipun saya tidak begitu mendalami hukum, namun sedikit mengerti. Tindak pidana asusila atau perzinaan, diatur dalam Pasal 284 KUHP, jika tidak ada pelapor baik korban maupun suaminya, maka tidak dapat di proses hukum, karena ini adalah kasus delik aduan absolut, nah apa yang mendasari pemangku adat menjatuhi sanksi kepada orang tua saya,” tegas Jamal

” Kemudian, apakah saat menjatuhkan sanksi, sudahkah di lakukan sidang pengadilan adat, dan siapa-siapa saja pemangku adat yang melakukan musyawarah untuk menjatuhkan sanksi, dan para pemangku adat ini, kapan, dimana dan siapa yang melantiknya, sah kah mereka sebagai pemangku adat,” terangnya Jamal

Dari pantuan di lapangan, massa yang turut hadir kantor Polda Sulsel, tidaklah mencapai ribuan, hanya sekira 30 orang, dimana kebanyakan diantara mereka tidak begitu memahami apa yang menjadi pokok pembahasan dalam kasus tersebut, tidak lain hanya turut meramaikan. Bahkan terlihat begitu akrab, saling sapa, antara anak pelapor Jamaluddin dengan massa terlapor.

Simak tayangan video berikut, antara Jamal dan Massa Terlapor Saat Bertemu di Masjid Mapolda Sulsel. Senin, 9 Desember 2019

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *