oleh

Video : Dua Bulan Selesai, Talud Penahan Tanah Lapangan Sepakbola Desa Kanreapia Ambruk

GOWA.CELEBESTIMES.com – Berawal dari warganet di media sosial (medsos) facebook bernama Amry Adhellk yang memposting gambar ambruknya talud penahan tanah lapangan sepakbola Desa Kanreapia, Kecamatan Tombolo Pao Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.

Untuk mendapatkan informasi yang lengkap, celebetimes.com lakukan cek dan ricek di lokasi tersebut, Minggu siang, 15 Desember 2019.

BACA JUGA :

Warga setempat yang ditemui di lokasi talud yang ambruk itu, berinisial R, menyebutkan jika pekerjaan talud selesai dikerjakan, sekira dua bulan yang lalu, dan heran melihat kejadian itu.

” Baru selesai sekira dua bulan yang lalu ini, kenapa bisa cepat sekali longsor sementara hujan tidak begitu deras,” sebut R. Minggu, 15/12/2019.

Sementara itu, Haltin Kepala Seksi (Kasi) Pembangunan Desa Kanreapia mengatakan jika penyebab amruknya talud lapangan Desa Kanreapia, disebabkan dari tanah timbunannya.

” Penyebabnya tanah timbunan, karena tanahnya baru, dan ini kita akan segera laporkan,” kata Haltin. Minggu 15/12/2019.

Saat di pertanyakan jumlah besaran anggaran dari pekerjaan Talud Lapangan yang ambruk, Haltin mengaku tidak mengetahuinya, sekalipun pengawasan pekerjaannya di bawah kendali pemerintah desa.

” Saya kurang tahu berapa besar anggarannya. Pekerjaan ditangani langsung oleh pemerintah desa, di bawah kendali Kepala Desa,” sambung Haltin.

Kemudian, Kasi Pembangunan Desa Kanreapia mengatakan, pekerjaan talud dikerjakan sekira enam bulan yang lalu dan perampungannya di akhir bulan Desember 2019.

” Pekerjaannya sejak enam bulan lalu, yang hingga saat ini masih berproses, dan akhir bulan ini rampung. Untuk adukan campurannya saya kurang mengetahuinya tergantung dari pemborongnya, namun untuk pembesiannya saya rasa sudah sesuai RAB,” ujar Haltin

Dari pantuan di lokasi, ambruknya talud penahan tanah Lapangan Sepakbola Desa Kanreapia, disebabkan dari kekuatan konstruksi bangunan, dimana kuat dugaan tidak sesuai dengan bestek, baik pembesian, adukan campuran, pengecoran ring balk. Begitupun tidak terlihat adanya cakar ayam pada dasar pondasinya, bahkan papan informasi proyeka pengerjaan juga tidak terpasang di lokasi pekerjaan. (Awi)

Untuk lebih lengkapnya simak wawancara bersama Kasi Pembangunan Desa Kanreapia,Haltin,,,

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *