• About US
  • Privacy Policy
  • Journalistic Code of Ethics
  • Editorial Team
No Result
View All Result
The Celebest Times
  • Home
  • News
  • Regional
  • National
  • World
  • Business
  • Politics
  • Tech
  • Home
  • News
  • Regional
  • National
  • World
  • Business
  • Politics
  • Tech
No Result
View All Result
The Celebes Times
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Regional
  • National
  • World
  • Business
  • Politics
  • Tech
Home Tech

Apple Pertimbangkan Gunakan Server Google untuk Siri Baru, Infrastruktur Internal Dinilai Belum Siap

Redaksi by Redaksi
2 Maret 2026
in Tech

MAKASSAR – Perusahaan teknologi Apple Inc. dilaporkan tengah mempertimbangkan penggunaan pusat data milik Google untuk menjalankan model terbaru asisten virtual Siri. Langkah ini muncul setelah infrastruktur komputasi awan internal Apple dinilai belum mampu mendukung kebutuhan teknologi kecerdasan buatan (AI) generasi terbaru.

Laporan awal tahun dari Bloomberg menyebut Apple berencana menempatkan model Siri terbaru di server Google, bukan pada sistem internal perusahaan yang dikenal sebagai Private Cloud Compute. Informasi serupa kembali diungkap media teknologi The Information, yang menyebut Google akan menjalankan server Siri di pusat datanya dengan tetap mengikuti standar privasi Apple.

Infrastruktur Internal Dinilai Kurang Optimal

READ ALSO

Google Kembangkan TurboQuant, Teknologi Kompresi AI yang Diklaim Pangkas Waktu Pencarian

Google Kembangkan TurboQuant, Teknologi Kompresi AI yang Diklaim Pangkas Waktu Pencarian

31 Maret 2026
Harga DDR5 Turun, Diduga Terkait Rilis Teknologi Kompresi AI “TurboQuant”

Harga DDR5 Turun, Diduga Terkait Rilis Teknologi Kompresi AI “TurboQuant”

31 Maret 2026

Dalam laporan tersebut, Private Cloud Compute disebut belum mampu memenuhi kebutuhan komputasi AI modern. Selain dinilai memiliki daya komputasi terbatas, sistem itu juga dilaporkan belum dimanfaatkan secara optimal.

Apple disebut hanya menggunakan sekitar 10 persen kapasitas servernya secara rata-rata, sehingga sebagian perangkat keras yang sudah diproduksi justru tersimpan tanpa digunakan di gudang perusahaan.

Kondisi ini dipengaruhi oleh struktur infrastruktur cloud Apple yang disebut terfragmentasi. Teknologi yang dikembangkan oleh berbagai tim berjalan secara terpisah, tanpa sistem pusat terpadu yang dapat digunakan lintas divisi.

Akibatnya, sebagian sistem perusahaan mengalami kelebihan kapasitas yang tidak terpakai, sementara unit lain justru membutuhkan tambahan sumber daya komputasi namun tidak memiliki akses.

Tekanan Biaya dan Proyek Integrasi yang Tertunda

Tim keuangan Apple dilaporkan sempat menyuarakan kekhawatiran terhadap biaya besar akibat duplikasi infrastruktur tersebut. Meski demikian, perusahaan juga disebut enggan menggelontorkan investasi bernilai miliaran dolar AS untuk merombak total sistem cloud internalnya.

Sejumlah upaya integrasi infrastruktur sebenarnya telah dilakukan dalam satu dekade terakhir, namun beberapa proyek tersebut dilaporkan berulang kali terhenti sebelum terealisasi sepenuhnya.

Keterbatasan Teknologi untuk AI Generasi Baru

Secara teknis, Private Cloud Compute disebut kurang bertenaga untuk menjalankan model AI terbaru. Sistem tersebut diyakini masih menggunakan chip berbasis prosesor M2 Ultra yang telah dimodifikasi, namun belum cukup kuat untuk mengoperasikan model AI skala besar seperti Gemini, yang akan menjadi dasar pengembangan Siri generasi baru.

Selain itu, tingkat penggunaan fitur awal Apple Intelligence yang lebih rendah dari ekspektasi turut membuat investasi pada infrastruktur tersebut dipandang kurang efektif.

Padahal, Apple memperkirakan permintaan akan meningkat signifikan ketika fitur chatbot Siri terbaru resmi diluncurkan. Namun dengan kondisi saat ini, sistem Private Cloud Compute dinilai belum siap menangani beban tersebut.

Negosiasi Lanjutan dengan Google

Karena itu, Apple disebut tengah melakukan pembicaraan lanjutan dengan Google untuk menjalankan Siri baru melalui pusat data perusahaan tersebut. Google dinilai memiliki pengalaman luas dalam membangun infrastruktur server untuk model bahasa besar (LLM), terutama melalui pengembangan AI Gemini.

Apple sendiri sebelumnya telah menggunakan layanan cloud Google untuk sejumlah fitur iCloud, termasuk penyimpanan data berbasis awan.

Perubahan lanskap teknologi AI yang berkembang cepat disebut mendorong manajemen Apple untuk meninjau ulang strategi infrastruktur cloud mereka. Meski demikian, pembangunan kapasitas internal yang lebih kuat diperkirakan menjadi proyek jangka panjang yang tidak dapat direalisasikan dalam waktu dekat.

Share5Tweet3SendShareSend

Related Posts

Google Kembangkan TurboQuant, Teknologi Kompresi AI yang Diklaim Pangkas Waktu Pencarian
Tech

Google Kembangkan TurboQuant, Teknologi Kompresi AI yang Diklaim Pangkas Waktu Pencarian

31 Maret 2026
Harga DDR5 Turun, Diduga Terkait Rilis Teknologi Kompresi AI “TurboQuant”
Tech

Harga DDR5 Turun, Diduga Terkait Rilis Teknologi Kompresi AI “TurboQuant”

31 Maret 2026
MacBook Neo Dorong Lonjakan Penjualan, Apple Bidik Pengguna Baru Lewat Harga Lebih Terjangkau
Tech

MacBook Neo Dorong Lonjakan Penjualan, Apple Bidik Pengguna Baru Lewat Harga Lebih Terjangkau

30 Maret 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
ACC Menang Gugatan, Alfian Palaguna Sebut Penggugat Abaikan Mekanisme Sengketa

ACC Menang Gugatan, Alfian Palaguna Sebut Penggugat Abaikan Mekanisme Sengketa

31 Maret 2026
Diduga Modus Order Fiktif, Pedagang di TPI Maros Kehilangan Empat Gabus Ikan

Diduga Modus Order Fiktif, Pedagang di TPI Maros Kehilangan Empat Gabus Ikan

30 Maret 2026
MTP Maros Gelar “Ngopi Bareng”, Pererat Silaturahmi di Bulan Ramadan

MTP Maros Gelar “Ngopi Bareng”, Pererat Silaturahmi di Bulan Ramadan

19 Maret 2026
Ramai di Media Sosial, Orang Tua Siswa Spill Menu Makanan Bergizi Gratis Selama Ramadan

Ramai di Media Sosial, Orang Tua Siswa Spill Menu Makanan Bergizi Gratis Selama Ramadan

0
Dua Warga Ajukan Uji Materi UU Pemilu ke MK, Minta Larangan Kerabat Presiden Ikut Pilpres

Dua Warga Ajukan Uji Materi UU Pemilu ke MK, Minta Larangan Kerabat Presiden Ikut Pilpres

0
China Batasi Ekspor ke 40 Perusahaan Jepang, Ketegangan Ekonomi Meningkat

China Batasi Ekspor ke 40 Perusahaan Jepang, Ketegangan Ekonomi Meningkat

0
Pemblokiran Akses Warga Disorot, Praktisi Hukum Desak Intervensi Pemkab Maros

Pemblokiran Akses Warga Disorot, Praktisi Hukum Desak Intervensi Pemkab Maros

4 April 2026
Sulawesi Utara Diguncang Gempa Susulan Pasca Tsunami Kecil di Bitung, Sejumlah Wilayah Terdampak

Sulawesi Utara Diguncang Gempa Susulan Pasca Tsunami Kecil di Bitung, Sejumlah Wilayah Terdampak

2 April 2026
Kreasi Ayam Anti Bosan, Ini Resep Praktis Favorit yang Selalu Menggugah Selera

Kreasi Ayam Anti Bosan, Ini Resep Praktis Favorit yang Selalu Menggugah Selera

2 April 2026

Editors' Picks

Tampil Percaya Diri, Tips Memilih Outfit Sesuai Bentuk Tubuh

Tampil Percaya Diri, Tips Memilih Outfit Sesuai Bentuk Tubuh

11 Maret 2026
Kembali ke Pola Makan Normal Setelah Ramadhan: Mulai dari Mana?

Kembali ke Pola Makan Normal Setelah Ramadhan: Mulai dari Mana?

24 Maret 2026
Ide Kegiatan Positif Menunggu Waktu Berbuka

Ide Kegiatan Positif Menunggu Waktu Berbuka

5 Maret 2026

© 2026 Celebes Times — The Voice of East Indonesia

  • About US
  • Privacy Policy
  • Journalistic Code of Ethics
  • Editorial Team