WASHINGTON – Google resmi menghadirkan fitur baru bernama Personal Intelligence untuk seluruh pengguna Google Gemini, setelah sebelumnya hanya diuji pada pengguna berbayar. Fitur ini memungkinkan kecerdasan buatan (AI) memberikan respons yang lebih personal dengan memanfaatkan data dari berbagai layanan Google yang terhubung.
Dalam pembaruan tersebut, Gemini dapat mengakses informasi dari aplikasi seperti Gmail, Google Photos, hingga YouTube untuk memahami preferensi dan kebutuhan pengguna. Teknologi ini dirancang agar pengguna tidak perlu lagi memberikan konteks panjang saat mengajukan pertanyaan.
Fitur Personal Intelligence mulai diluncurkan di Amerika Serikat dan tersedia pada AI Mode di pencarian Google, aplikasi Gemini, serta integrasi Gemini di browser Google Chrome.
Respons Lebih Personal Berbasis Data Pengguna
Melalui fitur ini, Gemini dapat memanfaatkan data seperti email yang dikirim, riwayat pencarian, hingga aktivitas pembelian untuk menghasilkan jawaban yang lebih relevan.
Google menyebut sistem ini dirancang untuk membantu pengguna “menemukan apa yang dibutuhkan tanpa harus menjelaskan semuanya dari awal”.
Meski demikian, perusahaan menegaskan bahwa fitur ini bersifat opsional. Pengguna dapat memilih untuk menghubungkan akun seperti Gmail atau Google Photos, atau menonaktifkannya sepenuhnya. Secara default, fitur ini dalam kondisi tidak aktif.
Isu Privasi dan Penggunaan Data
Google menekankan bahwa Gemini tidak secara langsung melatih model AI menggunakan isi kotak masuk Gmail atau pustaka foto pengguna. Namun, interaksi berupa perintah (prompt) dan respons AI tetap dapat digunakan untuk pengembangan sistem.
Selain itu, fitur Personal Intelligence saat ini hanya ditujukan untuk akun Google pribadi, dan belum tersedia untuk pengguna Workspace di sektor bisnis, perusahaan, maupun pendidikan.
Berpotensi Saingi Fitur AI Apple
Langkah Google ini dinilai akan memperkuat persaingan di ranah asisten berbasis AI, khususnya dengan Apple yang juga tengah mengembangkan fitur personalisasi pada Siri.
Apple dikabarkan akan memungkinkan Siri mengakses email, pesan, file, hingga foto pengguna untuk memahami konteks dan membantu menyelesaikan tugas secara lebih cerdas. Namun, peluncuran fitur tersebut dilaporkan mengalami beberapa kali penundaan dan kemungkinan baru akan tersedia menjelang akhir tahun.
Strategi Perluasan AI Google
Peluncuran Personal Intelligence menunjukkan langkah Google dalam memperluas integrasi AI ke dalam ekosistem produknya. Dengan memanfaatkan data lintas layanan, perusahaan berupaya menghadirkan pengalaman yang lebih terintegrasi dan relevan bagi pengguna.
Meski menawarkan kemudahan, pendekatan ini juga berpotensi memicu perhatian terkait privasi dan pengelolaan data pengguna, terutama seiring meningkatnya peran AI dalam kehidupan digital sehari-hari.
















