MAKASSAR – Warga Kelurahan Daya, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, kembali mengeluhkan krisis air bersih yang disebut telah berlangsung selama berbulan-bulan. Di tengah kondisi tersebut, tagihan bulanan dari PDAM Kota Makassar tetap diterbitkan secara rutin.
Menunggu Air hingga Dini Hari
Sejumlah warga mengaku harus terjaga hingga larut malam demi menunggu aliran air yang tidak menentu. Namun, upaya tersebut kerap berakhir tanpa hasil.
“Sudah berbulan-bulan air tidak mengalir. Setiap malam saya menunggu sampai pagi, tapi tidak ada air yang keluar. Padahal sebelum ada perbaikan pipa di wilayah lain, alirannya lancar,” ujar salah seorang warga, Selasa (4/3/2026).
Menurut warga, permasalahan mulai terasa sejak 2025. Mereka menilai distribusi air ke wilayah Daya semakin tidak stabil setelah adanya pekerjaan perbaikan pipa induk di sejumlah titik. Meski pekerjaan disebut telah selesai, suplai air ke kawasan tersebut justru belum kembali normal.
Jika pun air mengalir, durasinya sangat singkat dan terjadi pada jam-jam tertentu yang menyulitkan warga untuk memenuhi kebutuhan harian seperti memasak, mandi, dan mencuci.
Keluhan atas Respons yang Dinilai Lamban
Warga menyebut telah berulang kali melaporkan kondisi ini ke pihak PDAM. Namun hingga kini, belum ada penjelasan resmi mengenai penyebab teknis gangguan distribusi di wilayah Daya.
Beberapa warga juga mengaku kecewa karena petugas yang melakukan pengecekan di lapangan dinilai belum memberikan kepastian solusi. “Katanya mau dicek, tapi setelah itu tidak ada perubahan. Air tetap saja tidak jalan,” ungkap warga lainnya.
Ketiadaan informasi yang jelas membuat warga mempertanyakan komitmen pelayanan, terlebih kewajiban pembayaran rekening air tetap berjalan setiap bulan.
Harapan kepada Pemerintah Kota
Di tengah musim penghujan yang seharusnya meningkatkan ketersediaan air baku, warga berharap ada pembenahan serius terhadap manajemen distribusi air bersih. Mereka meminta Pemerintah Kota Makassar, termasuk Wali Kota Munafri Arifuddin, turun tangan menyelesaikan persoalan tersebut.
“Kami tetap membayar tagihan. Kami hanya ingin hak kami sebagai pelanggan dipenuhi,” kata seorang warga.
Hingga berita ini diterbitkan, redaksi masih berupaya menghubungi jajaran direksi PDAM Kota Makassar untuk memperoleh klarifikasi resmi terkait penyebab gangguan distribusi air di Kelurahan Daya.
ACHIl















