JAKARTA – Presiden ke-6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), meyakini pemimpin tertinggi Iran, Ayatullah Ali Khamenei, serta Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, tidak akan bertindak gegabah dalam memulai perang terbuka di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik.
Melalui unggahan resminya di platform X pada Jumat (27/02), SBY menilai keputusan perang selalu melibatkan kalkulasi risiko yang sangat besar bagi masing-masing negara.
“Trump dan Khamenei tidak akan gegabah dalam memerintahkan tentaranya untuk berperang. Terlalu tinggi risiko dan harga yang harus mereka bayar kalau keputusannya salah,” tulisnya.
Sebagai mantan prajurit dan pemimpin negara yang berpengalaman dalam diplomasi internasional, SBY menilai proses kompromi antara kedua pihak memang tidak mudah karena harus mempertemukan kepentingan strategis yang berbeda.
Ia menekankan sejumlah pertimbangan penting yang harus diperhitungkan, mulai dari opsi perang sebagai jalan terakhir, kalkulasi rasional mengenai peluang kemenangan, hingga konsekuensi pascaperang yang pada akhirnya berada di tangan para pemimpin politik dan militer masing-masing negara.
Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali meningkat setelah Israel dilaporkan melakukan serangan terhadap ibu kota Iran, Teheran, pada siang hari. Situasi tersebut terjadi di tengah proses negosiasi yang masih berlangsung dan dijadwalkan berlanjut hingga pekan depan.
Alih-alih meredakan situasi, dinamika terbaru justru memunculkan kekhawatiran baru akan potensi eskalasi konflik yang lebih luas di kawasan Timur Tengah.

















