JAKARTA – Harga memori DDR5 dilaporkan mengalami penurunan signifikan setelah sebelumnya sempat melonjak dalam beberapa bulan terakhir. Penurunan ini diduga berkaitan dengan kemunculan teknologi kompresi terbaru untuk kecerdasan buatan (AI) yang diperkenalkan oleh Google.
Dilansir dari Koran Jakarta pada 30 Maret 2026, teknologi bernama TurboQuant disebut mampu mengompresi penggunaan memori dalam skala besar tanpa mengorbankan performa. Dengan pendekatan tersebut, sistem AI dapat menyimpan lebih banyak informasi meski menggunakan kapasitas memori yang lebih kecil.
Dampaknya mulai terlihat di pasar ritel, khususnya di Amerika Serikat. Salah satu produk yang mengalami penurunan harga adalah Corsair Vengeance DDR5 32GB (2x16GB) 6000MHz yang sebelumnya dibanderol sekitar 490 dolar AS di Amazon, kini turun menjadi sekitar 379,99 dolar AS.
Penurunan juga terjadi pada varian lain, seperti modul DDR5 16GB dengan kecepatan 5200MHz yang kini dijual sekitar 219,99 dolar AS, dari sebelumnya sempat menyentuh kisaran 260 dolar AS.
Tidak hanya di pasar ritel, efek dari kemunculan TurboQuant juga dirasakan di pasar saham. Sejumlah perusahaan produsen memori global mengalami tekanan harga saham setelah pengumuman teknologi tersebut.
Di Korea Selatan, saham Samsung Electronics dilaporkan turun hampir 5 persen, sementara SK Hynix mengalami penurunan sekitar 6 persen. Hal serupa juga terjadi pada Kioxia, produsen penyimpanan asal Jepang, yang mencatat penurunan saham mendekati 6 persen.
TurboQuant sendiri dipublikasikan oleh Google Research pada 24 Maret 2026. Teknologi ini bekerja dengan memfokuskan kompresi pada cache key-value tanpa mengurangi presisi model AI.
Dalam publikasinya, Google mengklaim metode tersebut mampu menghemat penggunaan memori hingga enam kali lipat dibandingkan pendekatan konvensional. Selain itu, hasil pengujian menunjukkan tidak ada perbedaan signifikan pada beban kerja setelah teknologi ini diterapkan.
Meski demikian, sejumlah analis menilai penurunan harga DDR5 tidak semata-mata dipicu oleh faktor teknologi. Ada kemungkinan kondisi tersebut juga dipengaruhi oleh penyesuaian harga pasar atau pelepasan stok oleh produsen di tengah respons industri yang cukup agresif terhadap inovasi tersebut.
Dengan perkembangan ini, efisiensi penggunaan memori dalam sistem AI berpotensi mengubah dinamika permintaan perangkat keras ke depan, sekaligus memengaruhi strategi produsen chip global.
Rin

















