Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan bahwa hingga Kamis (2/4/2026) siang, telah terjadi 93 kali gempa susulan di wilayah Sulawesi Utara. Data tersebut merupakan hasil pemantauan yang dilakukan hingga pukul 12.00 waktu setempat.
Kepala BMKG, Prof. Teuku Faisal Fathani, menyampaikan bahwa gempa susulan yang tercatat memiliki kekuatan bervariasi, mulai dari magnitudo 2,8 hingga 5,8. Ia menjelaskan bahwa aktivitas ini masih terus dipantau untuk melihat perkembangan frekuensinya.
Menurutnya, gempa susulan umumnya terjadi dalam rentang satu hingga dua hari setelah gempa utama. Namun, tidak menutup kemungkinan aktivitas tersebut berlangsung lebih lama, bahkan bisa mencapai satu hingga dua pekan, tergantung kondisi geologi di lokasi terdampak.
Faisal juga menguraikan dampak getaran yang dirasakan masyarakat. Intensitas tertinggi berada pada skala 5 hingga 6 MMI, di mana getaran terasa oleh hampir seluruh penduduk. Dalam kondisi tersebut, banyak warga panik dan berlarian keluar rumah, sementara kerusakan ringan seperti retakan dinding hingga kerusakan cerobong bangunan juga dilaporkan.
Untuk wilayah terdampak, getaran dengan intensitas tinggi dirasakan di Kota Manado dan Kota Ternate. Sementara itu, getaran dengan skala lebih rendah, yakni sekitar 2 hingga 3 MMI, tercatat di beberapa daerah lain seperti Gorontalo, Gorontalo Utara, Bone Bolango, Bone Selatan, dan Pohuwato.
Selain gempa, BMKG juga mencatat adanya aktivitas gunung api di wilayah Maluku Utara yang diduga berkaitan dengan pergerakan tektonik yang terjadi pada pagi hari tersebut.
Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan selalu mengacu pada informasi resmi yang dikeluarkan BMKG guna menghindari hoaks atau informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.
Sebelumnya, gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 7,6 mengguncang wilayah laut di tenggara Kota Bitung pada Kamis (2/4/2026) pukul 05.48 WIB. Peristiwa ini sempat memicu tsunami kecil di perairan Bitung, Sulawesi Utara.
Berdasarkan data terbaru, pusat gempa berada di koordinat 1,25 Lintang Utara dan 126,25 Bujur Timur dengan kedalaman 62 kilometer. Guncangan kuat dirasakan selama 10 hingga 20 detik di Kota Bitung dan sekitarnya, serta menjalar hingga Kota Ternate, Maluku Utara. Kondisi ini menyebabkan kepanikan warga yang bergegas keluar dari rumah.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) juga mencatat adanya dua gempa susulan pada pagi hari, masing-masing berkekuatan magnitudo 5,5 pada pukul 06.07 WIB dan magnitudo 5,2 pada pukul 06.12 WIB.
















