TERNATE — Sultan Ternate melakukan kunjungan kerja ke Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Provinsi Maluku Utara di Ternate, Rabu (14/10/2026). Kunjungan tersebut dilakukan untuk memantau perkembangan kondisi cuaca terkini sekaligus melihat secara langsung pengoperasian fasilitas dan peralatan pengamatan cuaca serta klimatologi.
Dalam kunjungan itu, Sultan Ternate didampingi Rizal Effendi selaku tenaga ahli anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI. Keduanya berdialog dengan Kepala BMKG Provinsi Maluku Utara, Desindra Deddy Kurniawan, terkait kondisi cuaca dan dampaknya terhadap aktivitas masyarakat.
Dalam dialog tersebut, Desindra menyampaikan bahwa wilayah Ternate dan sekitarnya terdampak sebaran kabut asap yang diduga berasal dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Sorong, Papua.
Kabut asap tersebut menyebabkan penurunan jarak pandang secara signifikan. Berdasarkan pemantauan BMKG, jarak pandang di Kota Ternate dilaporkan hanya tersisa sekitar satu kilometer.
Kondisi ini turut berdampak pada aktivitas penerbangan dari dan menuju Ternate. Sejumlah jadwal penerbangan mengalami penundaan hingga waktu yang belum dapat dipastikan demi menjaga keselamatan penerbangan.
Selain membahas kondisi cuaca saat ini, BMKG Maluku Utara juga menyampaikan proyeksi musim hujan di wilayah tersebut. Musim hujan diperkirakan mulai berlangsung pada akhir Oktober hingga November, dengan potensi intensitas hujan bervariasi, mulai ringan hingga lebat.
Hujan diharapkan dapat membantu mengurangi konsentrasi kabut asap serta memperbaiki kualitas udara di Ternate dan wilayah sekitarnya. Meski demikian, perkembangan kondisi cuaca dan kualitas udara tetap perlu dipantau secara berkala.
Usai kunjungan, Sultan Ternate mengapresiasi kesiapsiagaan BMKG dalam menyediakan informasi meteorologi yang cepat dan akurat bagi masyarakat Maluku Utara.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada serta mengikuti informasi dan arahan resmi dari pihak berwenang, khususnya terkait keselamatan penerbangan dan potensi dampak kabut asap terhadap kesehatan.
Kunjungan tersebut diharapkan dapat memperkuat koordinasi dan sinergi dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi serta meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat terhadap perubahan kondisi cuaca.

















