MAROS — Wakil Kepala Kepolisian Resor (Wakapolres) Maros, Kompol Andi Asdar, Amd., mengingatkan para pelajar tentang bahaya penyalahgunaan narkoba, perundungan (bullying), dan tawuran antarpelajar saat menjadi Inspektur Upacara (Irup) di SMA Negeri 1 Maros, Kecamatan Turikale, Senin (19/10/2026).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Polidik (Polisi Peduli Pendidikan) yang bertujuan meningkatkan kesadaran hukum, kedisiplinan, serta membangun karakter generasi muda melalui edukasi langsung di lingkungan sekolah.
Di hadapan siswa dan tenaga pendidik, Kompol Andi Asdar menekankan pentingnya menjaga diri dari perilaku negatif yang dapat mengancam masa depan. Menurutnya, pelajar sebagai generasi penerus bangsa perlu membekali diri dengan sikap disiplin, tanggung jawab, dan kesadaran untuk menaati aturan.
Ia mengingatkan bahwa penyalahgunaan narkoba tidak hanya membahayakan kesehatan, tetapi juga berpotensi merusak masa depan, mengganggu hubungan sosial, serta membawa penggunanya berhadapan dengan persoalan hukum.
Selain narkoba, perundungan di lingkungan sekolah turut menjadi perhatian. Para siswa diajak untuk saling menghormati, menghargai perbedaan, dan tidak melakukan tindakan yang merendahkan, menyakiti, maupun mengintimidasi teman.
Sekolah, menurut pesan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, harus menjadi ruang yang aman dan nyaman bagi seluruh siswa untuk belajar, mengembangkan potensi, dan meraih prestasi tanpa rasa takut terhadap intimidasi maupun kekerasan.
Wakapolres Maros juga menyoroti aksi tawuran antarpelajar yang dapat menimbulkan korban dan berujung pada konsekuensi hukum. Ia mengimbau siswa agar menyelesaikan perselisihan melalui komunikasi dan musyawarah, bukan dengan kekerasan.
Para pelajar juga diingatkan untuk bijak dalam pergaulan, mampu mengendalikan emosi, serta tidak mudah terprovokasi oleh ajakan maupun informasi di media sosial yang berpotensi memicu konflik.
“Jadilah pelajar yang membanggakan orang tua, menghormati guru, menaati aturan, serta mampu menjaga nama baik sekolah. Jangan sampai masa depan kalian rusak karena narkoba, bullying, maupun tawuran,” demikian pesan yang ditekankan dalam kegiatan tersebut.
Kehadiran Wakapolres Maros sebagai inspektur upacara diharapkan memperkuat sinergi antara kepolisian dan pihak sekolah dalam mencegah kenakalan remaja serta menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan kondusif.
Melalui program Polidik, kepolisian berupaya mengambil peran dalam pembinaan generasi muda, tidak hanya melalui penegakan hukum, tetapi juga lewat edukasi dan langkah pencegahan sejak dini.
Upaya tersebut diharapkan mendorong para pelajar menjadi generasi yang berprestasi, berkarakter, menjauhi narkoba, menolak perundungan, serta tidak terlibat dalam aksi kekerasan, baik di lingkungan sekolah maupun di masyarakat.














