• About US
  • Privacy Policy
  • Journalistic Code of Ethics
  • Editorial Team
No Result
View All Result
The Celebest Times
  • Home
  • News
  • Regional
  • National
  • World
  • Business
  • Politics
  • Tech
  • Home
  • News
  • Regional
  • National
  • World
  • Business
  • Politics
  • Tech
No Result
View All Result
The Celebes Times
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Regional
  • National
  • World
  • Business
  • Politics
  • Tech
Home Regional

2.000 Warga Putus Sekolah di Maros Jadi Perhatian, Bupati Chaidir Syam Dorong Peran PKBM

Redaksi by Redaksi
24 Oktober 2026
in Regional

MAROS — Sekitar 2.000 warga putus sekolah di Kabupaten Maros saat ini mendapatkan layanan pendidikan melalui tujuh Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM). Keberadaan lembaga pendidikan nonformal ini menjadi salah satu upaya memperluas akses pendidikan bagi masyarakat yang belum terjangkau pendidikan formal.

Bupati Maros, Andi Syafril Chaidir Syam, menilai PKBM memiliki peran penting dalam membantu pemerintah daerah memberikan kesempatan pendidikan yang setara, khususnya bagi masyarakat yang terpaksa berhenti sekolah karena persoalan ekonomi maupun faktor sosial lainnya.

Hal tersebut disampaikan Chaidir Syam saat menghadiri pelantikan Dewan Pimpinan Wilayah Forum Komunikasi Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (FK-PKBM) Sulawesi Selatan di Hotel Grand Town Maros, Sabtu (24/10/2026).

READ ALSO

Rutan Makassar Bantah Dugaan Pungli Rp13 Juta dan Katering Berbayar, Kanwil Turun Mengawasi

Rutan Makassar Bantah Dugaan Pungli Rp13 Juta dan Katering Berbayar, Kanwil Turun Mengawasi

24 Oktober 2026
410 Siswa SMP Negeri 5 Mandai Nonton Film Akal Imitasi, Guru Disebut Tak Tergantikan AI

410 Siswa SMP Negeri 5 Mandai Nonton Film Akal Imitasi, Guru Disebut Tak Tergantikan AI

22 Oktober 2026

Menurutnya, para pengelola PKBM merupakan pendidik yang berjuang memberikan kesempatan kedua bagi masyarakat untuk melanjutkan pendidikan.

“Teman-teman PKBM ini adalah para pendidik pejuang yang berjuang untuk bagaimana masyarakat kita bisa mendapatkan pendidikan yang setara,” ujar Chaidir Syam.

Ia menjelaskan, masyarakat yang putus sekolah masih memiliki kesempatan untuk melanjutkan pendidikan melalui program kesetaraan Paket A, Paket B, dan Paket C.

Pemerintah daerah, kata dia, membutuhkan dukungan lembaga pendidikan nonformal untuk menjangkau warga yang belum memperoleh akses pendidikan, termasuk mereka yang terkendala ekonomi dan mengalami pernikahan dini.

“Dampaknya, kita masih mungkin ada masyarakat kami yang belum mendapatkan pendidikan karena persoalan ekonomi sehingga dia putus sekolah. Kemudian juga ada yang persoalan pernikahan dini. Mereka bisa melanjutkan pendidikannya lewat PKBM-PKBM yang ada di Maros,” jelasnya.

960 Ribu Anak Tidak Sekolah Jadi Tantangan Sulsel

Ketua Umum Forum Komunikasi Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat, Tuppu Bulu Alam, mengungkapkan bahwa tantangan pendidikan nonformal di Sulawesi Selatan masih cukup besar.

Ia menyebutkan, terdapat sekitar 960 ribu anak putus sekolah atau tidak bersekolah di Sulawesi Selatan yang menjadi tantangan bagi PKBM untuk mendapatkan layanan pendidikan.

Dari sekitar 600 PKBM yang ada di provinsi tersebut, menurutnya, sekitar 400 lembaga saat ini aktif dan terakses dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik).

Keberadaan PKBM tidak hanya berfokus pada pendidikan kesetaraan, tetapi juga memberikan layanan pendidikan nonformal, keterampilan vokasional, kecakapan hidup atau life skill, serta pendidikan perempuan.

“Intinya adalah untuk melayani masyarakat-masyarakat yang tidak terlayani di pendidikan formal,” kata Tuppu Bulu Alam.

Ia berharap pemerintah daerah turut memperluas dukungan pembiayaan pendidikan kesetaraan, terutama bagi warga berusia di atas 24 tahun.

Menurutnya, dukungan pemerintah pusat melalui Bantuan Operasional Penyelenggaraan (BOP) pendidikan kesetaraan masih perlu dilengkapi dengan fasilitasi pemerintah daerah agar masyarakat dewasa yang belum menyelesaikan pendidikan tetap memperoleh kesempatan belajar.

Tujuh PKBM Tangani Sekitar 2.000 Warga di Maros

Sementara itu, Ketua Terpilih DPW FK-PKBM Sulawesi Selatan periode 2026–2031, Jaharruddin, S.Sos., M.M., menegaskan bahwa organisasi tersebut menjadi wadah berhimpun bagi para pengelola PKBM untuk memperkuat pelayanan pendidikan bagi masyarakat putus sekolah dan tidak sekolah.

Ia menyebutkan, tujuh PKBM di Kabupaten Maros saat ini menangani sekitar 2.000 warga yang membutuhkan layanan pendidikan kesetaraan.

Wilayah pesisir, seperti Kecamatan Bontoa dan Lau, menjadi beberapa daerah yang turut mendapat perhatian dalam upaya pelayanan tersebut.

Jaharruddin menjelaskan, pendidikan kesetaraan melalui PKBM memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk memperoleh ijazah yang setara dengan pendidikan formal.

Program Paket A setara dengan Sekolah Dasar (SD), Paket B setara dengan Sekolah Menengah Pertama (SMP), sedangkan Paket C setara dengan Sekolah Menengah Atas (SMA).

“Kalau formal kan sesuai usia sekolah, kalau kita nonformal itu usia tidak dibatasi,” ujarnya.

Menurutnya, kesempatan belajar melalui PKBM terbuka bagi masyarakat yang ingin melanjutkan pendidikan, tanpa dibatasi usia seperti pada jalur pendidikan formal.

Jaharruddin menambahkan, keberadaan FK-PKBM diharapkan dapat memperkuat koordinasi antar-PKBM dan meningkatkan kontribusi pendidikan nonformal terhadap Indeks Pembangunan Manusia (IPM), khususnya dari aspek pendidikan.

Dengan dukungan pemerintah daerah dan kerja sama seluruh pengelola PKBM, upaya menjangkau warga yang belum menyelesaikan pendidikan diharapkan semakin optimal. Pendidikan kesetaraan pun menjadi salah satu jalan untuk membuka kembali kesempatan belajar bagi masyarakat demi meningkatkan kualitas sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045.

Share2Tweet1SendShareSend

Related Posts

Rutan Makassar Bantah Dugaan Pungli Rp13 Juta dan Katering Berbayar, Kanwil Turun Mengawasi
Regional

Rutan Makassar Bantah Dugaan Pungli Rp13 Juta dan Katering Berbayar, Kanwil Turun Mengawasi

24 Oktober 2026
410 Siswa SMP Negeri 5 Mandai Nonton Film Akal Imitasi, Guru Disebut Tak Tergantikan AI
Regional

410 Siswa SMP Negeri 5 Mandai Nonton Film Akal Imitasi, Guru Disebut Tak Tergantikan AI

22 Oktober 2026
Hadapi El Nino, Dinas Pertanian Maros Salurkan Hampir 500 Pompa Air, 3.000 Hektare Sawah Masuk MT3
Regional

Hadapi El Nino, Dinas Pertanian Maros Salurkan Hampir 500 Pompa Air, 3.000 Hektare Sawah Masuk MT3

22 Oktober 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Konsolidasi KBPP Polri Tetapkan AH Bimo Soeryono sebagai Ketua Umum Periode 2026–2031

Konsolidasi KBPP Polri Tetapkan AH Bimo Soeryono sebagai Ketua Umum Periode 2026–2031

20 Mei 2026
ACC Menang Gugatan, Alfian Palaguna Sebut Penggugat Abaikan Mekanisme Sengketa

ACC Menang Gugatan, Alfian Palaguna Sebut Penggugat Abaikan Mekanisme Sengketa

31 Maret 2026
Kuasa Hukum Soroti Dugaan Penahanan Bayi oleh Pengasuh Rumah Quran di Maros

Kuasa Hukum Soroti Dugaan Penahanan Bayi oleh Pengasuh Rumah Quran di Maros

9 Mei 2026
Ramai di Media Sosial, Orang Tua Siswa Spill Menu Makanan Bergizi Gratis Selama Ramadan

Ramai di Media Sosial, Orang Tua Siswa Spill Menu Makanan Bergizi Gratis Selama Ramadan

0
Dua Warga Ajukan Uji Materi UU Pemilu ke MK, Minta Larangan Kerabat Presiden Ikut Pilpres

Dua Warga Ajukan Uji Materi UU Pemilu ke MK, Minta Larangan Kerabat Presiden Ikut Pilpres

0
China Batasi Ekspor ke 40 Perusahaan Jepang, Ketegangan Ekonomi Meningkat

China Batasi Ekspor ke 40 Perusahaan Jepang, Ketegangan Ekonomi Meningkat

0
2.000 Warga Putus Sekolah di Maros Jadi Perhatian, Bupati Chaidir Syam Dorong Peran PKBM

2.000 Warga Putus Sekolah di Maros Jadi Perhatian, Bupati Chaidir Syam Dorong Peran PKBM

24 Oktober 2026
Rutan Makassar Bantah Dugaan Pungli Rp13 Juta dan Katering Berbayar, Kanwil Turun Mengawasi

Rutan Makassar Bantah Dugaan Pungli Rp13 Juta dan Katering Berbayar, Kanwil Turun Mengawasi

24 Oktober 2026
410 Siswa SMP Negeri 5 Mandai Nonton Film Akal Imitasi, Guru Disebut Tak Tergantikan AI

410 Siswa SMP Negeri 5 Mandai Nonton Film Akal Imitasi, Guru Disebut Tak Tergantikan AI

22 Oktober 2026

Editors' Picks

Pemerintah Batasi Akses Media Sosial Anak di Bawah 16 Tahun Mulai 28 Maret 2026

Pemerintah Batasi Akses Media Sosial Anak di Bawah 16 Tahun Mulai 28 Maret 2026

8 Maret 2026
Elon Musk Ubah Metode Rekrutmen Tesla, Kandidat Diminta Kirim Tiga Masalah Teknis Tersulit

Elon Musk Ubah Metode Rekrutmen Tesla, Kandidat Diminta Kirim Tiga Masalah Teknis Tersulit

27 Februari 2026
Laporan Media Internasional: Sekolah di Iran Terdampak Serangan Militer, Korban Masih Menunggu Verifikasi Independen

Laporan Media Internasional: Sekolah di Iran Terdampak Serangan Militer, Korban Masih Menunggu Verifikasi Independen

28 Februari 2026

© 2026 Celebes Times — The Voice of East Indonesia

  • About US
  • Privacy Policy
  • Journalistic Code of Ethics
  • Editorial Team