MAROS — Penurunan daya beli masyarakat menjadi salah satu keluhan utama pedagang pasar tradisional di Kabupaten Maros. Selain menghadapi kondisi tersebut, pedagang yang berjualan di dalam pasar juga mengeluhkan persaingan dengan pedagang dari luar yang menjajakan dagangan di tepi jalan hingga menggunakan trotoar.
Kepala UPTD Pasar Dinas Kopurindag Kabupaten Maros, A. Muhammad Fahlevy, mengatakan saat ini terdapat 24 pasar aktif yang tersebar di 14 kecamatan di Kabupaten Maros.
Berdasarkan hasil pemantauan dan keluhan yang diterima, persoalan daya beli masyarakat menjadi salah satu faktor yang dirasakan langsung oleh para pedagang. Sementara itu, distribusi barang kebutuhan pasar dinilai relatif lancar.
“Rata-rata keluhannya cuma itu, faktor daya beli masyarakat yang menurun. Kalau masalah distribusi, rata-rata sudah lancar,” ujar A. Muhammad Fahlevy saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (26/10/2026).
Selain daya beli, pedagang juga mengeluhkan persaingan dengan pedagang daring serta penjual yang membawa barang menggunakan mobil, terutama pemasok sayuran dari luar daerah yang memilih berjualan di luar area pasar.
Pedagang Berjualan di Trotoar Jadi Perhatian
A. Muhammad Fahlevy mencontohkan kondisi di Pasar Tramo Maros. Sejumlah pedagang yang membawa sayuran dari Malino, Kabupaten Gowa, disebut tidak masuk ke area pasar untuk menurunkan barang dan berjualan, tetapi memilih beraktivitas di luar kawasan pasar.
Kondisi tersebut memunculkan keluhan dari pedagang yang berjualan di dalam pasar karena dinilai menimbulkan persaingan yang tidak seimbang.
UPTD Pasar, kata dia, telah memberikan surat teguran kepada pedagang yang berjualan di luar area yang semestinya. Penertiban lanjutan juga direncanakan dengan menyampaikan kembali teguran kepada pedagang yang menggunakan trotoar dan badan jalan.
“Yang di jalan itu kita sudah buatkan surat teguran. Insyaallah besok pagi kita bagikan lagi kepada pedagang yang ada di luar pagar itu, karena dia memakai trotoar dengan badan jalan,” jelasnya.
Penertiban tersebut diharapkan dapat mengembalikan fungsi trotoar dan badan jalan, menjaga kelancaran aktivitas lalu lintas, serta mendorong pedagang beraktivitas di lokasi yang telah disediakan.
Meski terdapat sejumlah keluhan, A. Muhammad Fahlevy menilai perputaran ekonomi di pasar-pasar Kabupaten Maros sejauh ini masih berjalan.
Pasar Tramo Dipersiapkan untuk Penilaian Adipura
Selain menyoroti kondisi pedagang, UPTD Pasar Maros juga melakukan pembenahan kebersihan untuk mendukung persiapan penilaian Adipura. Dalam agenda tersebut, Pasar Tramo menjadi satu-satunya pasar yang masuk dalam titik penilaian yang disebutkan oleh A. Muhammad Fahlevy.
Ia mengatakan, UPTD Pasar telah berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Maros. Pihak DLH juga telah turun langsung meninjau sejumlah titik yang menjadi perhatian dalam penilaian.
Beberapa bagian yang menjadi fokus pembenahan meliputi area lapak basah, khususnya tempat penjualan daging, fasilitas toilet, serta instalasi pengolahan air limbah (IPAL).
Selain itu, penambahan tempat sampah dinilai masih diperlukan untuk mendukung pengelolaan kebersihan di kawasan pasar.
“Cuma itu, penambahan tempat sampah,” ujarnya ketika menjelaskan kebutuhan pembenahan yang masih perlu dilakukan.
Efisiensi Anggaran Jadi Tantangan Pemeliharaan
A. Muhammad Fahlevy mengakui pemeliharaan gedung dan fasilitas pasar masih menjadi salah satu kebutuhan yang perlu mendapat perhatian. Namun, upaya pembenahan tersebut menghadapi keterbatasan akibat efisiensi anggaran.
Karena itu, ia menekankan pentingnya keterlibatan pedagang dalam menjaga kebersihan dan merawat fasilitas yang tersedia.
UPTD Pasar bersama pengelola Pasar Subuh secara rutin menyampaikan imbauan kepada pedagang melalui pengeras suara masjid. Imbauan tersebut mencakup kebersihan lingkungan pasar dan kepatuhan terhadap jam operasional.
Menurutnya, kepala pasar di berbagai wilayah juga telah diminta aktif mengingatkan pedagang agar menjaga kebersihan dan ketertiban di lingkungan masing-masing.
Dengan jumlah 24 pasar aktif yang tersebar di 14 kecamatan, pengelolaan pasar membutuhkan koordinasi berkelanjutan antara pemerintah, pengelola, dan para pedagang.
UPTD Pasar Maros berharap penertiban pedagang yang menggunakan trotoar dan badan jalan, disertai peningkatan kesadaran menjaga kebersihan, dapat menciptakan lingkungan pasar yang lebih tertib, nyaman, dan mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.















