MAROS — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Maros telah menyalurkan lebih dari 1.600 tangki air bersih kepada masyarakat terdampak kekeringan sejak Agustus hingga Oktober 2026. Penyaluran tersebut dilakukan untuk membantu memenuhi kebutuhan air bersih warga di tengah kemarau panjang yang masih melanda sejumlah wilayah.
Pelaksana Tugas (Plt) Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Maros, Andi Malik, mengatakan penyaluran air bersih telah menjangkau 12 kecamatan di Kabupaten Maros.
“Mulai penyaluran pertama itu dari Agustus sampai akhir Oktober ini, sudah 1.600 lebih tangki,” ujar Andi Malik saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (26/10/2026).
Ia menjelaskan, penyaluran air bersih tahap kedua dimulai pada 2 Oktober dan dijadwalkan berlangsung hingga 31 Oktober 2026. Hingga wawancara dilakukan, jumlah air yang telah disalurkan pada tahap kedua mencapai lebih dari 600 tangki.
Menurut Andi Malik, terdapat empat kecamatan yang menerima porsi penyaluran air bersih paling besar, yakni Bontoa, Maros Baru, Lau, dan Marusu.
Sementara itu, Kecamatan Camba dan Mallawa menjadi dua wilayah yang hingga saat ini tidak terdampak krisis air bersih sehingga tidak masuk dalam sasaran penyaluran tersebut.
BPBD Siapkan Lima Armada, Distribusi Bisa Berlanjut ke Tahap Ketiga
Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, BPBD Maros mengoperasikan lima armada pengangkut air bersih. Setiap armada ditargetkan mampu melakukan hingga lima ritase atau perjalanan pengiriman tangki air per hari.
Upaya distribusi juga mendapat dukungan dari sejumlah pihak. Kodim 1422 Maros turut membantu penyaluran, sementara Bandara Internasional Sultan Hasanuddin memberikan dukungan satu unit mobil untuk membantu distribusi air bersih.
Adapun Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PDAM) turut membantu melalui pengisian air ke tangki yang digunakan dalam penyaluran. Di sisi lain, PDAM juga tetap menjalankan pelayanan kepada pelanggan di wilayahnya.
Andi Malik menyebutkan, penyaluran air bersih berpotensi dilanjutkan ke tahap ketiga apabila kemarau masih berkepanjangan dan masyarakat tetap mengalami krisis air.
“Tidak menutup kemungkinan ada tahap ketiga. Kalau kemarau ini masih berkepanjangan, masih krisis air, tidak menutup kemungkinan akan dilanjut ke tahap ketiga,” jelasnya.
Ia menegaskan, BPBD akan terus berupaya membantu masyarakat yang membutuhkan air bersih hingga kondisi kembali membaik, sembari berharap hujan segera turun untuk mengakhiri kekeringan.
Warga Diminta Mengajukan Permohonan melalui Pemerintah Setempat
Di tengah tingginya kebutuhan air bersih, BPBD Maros mengimbau masyarakat yang belum menerima bantuan agar segera menyampaikan permohonan secara resmi.
Menurut Andi Malik, warga dapat mengajukan surat permohonan kepada BPBD Maros melalui pemerintah setempat agar kebutuhan tersebut dapat ditindaklanjuti.
“Kalau pun ada yang belum dapat tersalurkan dari kami, bisa kiranya menyurat langsung ke BPBD Maros melalui pemerintah setempat agar kami dapat segera menyalurkan airnya,” imbaunya.
Ia juga menilai kemarau tahun ini tergolong panjang dan berat. Bahkan, jika dibandingkan dengan kemarau pada 2019, kondisi tahun ini dirasakan lebih parah.
Dengan dukungan armada dan kolaborasi lintas instansi, BPBD Maros terus berupaya menjaga distribusi air bersih bagi masyarakat terdampak. Keberlanjutan penyaluran akan mempertimbangkan kondisi kekeringan dan kebutuhan warga di lapangan.















