MAKASSAR – Tren baru tengah ramai di media sosial, khususnya di wilayah Sulawesi Selatan. Sejumlah orang tua siswa membagikan atau spill menu program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang diterima anak-anak mereka selama bulan suci Ramadan.
Unggahan tersebut memperlihatkan beragam paket makanan yang dibagikan kepada siswa di berbagai daerah. Foto dan video menu MBG itu beredar luas di berbagai platform media sosial dan memicu beragam respons masyarakat, mulai dari apresiasi hingga diskusi mengenai variasi menu yang diterima di tiap wilayah.
Berdasarkan informasi yang beredar, selama bulan Ramadan skema pembagian MBG mengalami penyesuaian dibanding hari biasa. Paket makanan disiapkan dalam bentuk makanan kering yang dinilai lebih tahan lama sehingga dapat dikonsumsi sesuai kebutuhan saat sahur maupun berbuka puasa.
Distribusi makanan disebut dilakukan setiap tiga hari sekali. Dalam satu kali pembagian, siswa menerima paket makanan yang disiapkan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi selama periode tersebut.
Menu yang diterima siswa pun bervariasi, tergantung pengelolaan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di masing-masing daerah. Karena itu, jenis makanan antarwilayah tidak sepenuhnya sama.
Sejumlah unggahan yang viral memperlihatkan isi paket berupa kombinasi lauk kering, makanan siap santap, serta makanan ringan bergizi. Namun demikian, menu yang beredar di media sosial disebut hanya sebagian contoh atau sampel yang sempat dibagikan oleh orang tua siswa.
Fenomena spill menu ini sekaligus menunjukkan meningkatnya partisipasi masyarakat dalam memantau pelaksanaan program MBG di lapangan. Perbincangan mengenai variasi menu dan mekanisme distribusi pun masih terus berlangsung di ruang digital seiring pelaksanaan program selama Ramadan di berbagai daerah Sulawesi Selatan.















