MAKASSAR – Perusahaan teknologi asal Amerika Serikat, Apple Inc., resmi memperkenalkan iPhone 17e pada Senin (waktu setempat) sebagai varian terbaru dengan harga lebih terjangkau dari lini iPhone 17. Peluncuran ini menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk memperluas pasar sekaligus mempertahankan daya saing di tengah pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI).
iPhone 17e dibanderol mulai dari 599 dolar AS atau sekitar Rp9 jutaan (estimasi kurs). Perangkat ini hadir sebagai versi yang lebih sederhana dibanding iPhone 17 reguler, namun tetap menggunakan prosesor yang sama.
Perbedaannya terlihat pada ukuran layar yang sedikit lebih kecil, penggunaan satu kamera belakang, serta tidak disematkannya fitur Dynamic Island yang biasanya menampilkan notifikasi aplikasi secara interaktif. Apple menjadwalkan perangkat tersebut mulai tersedia pada 11 Maret mendatang.
Respons terhadap Permintaan Ponsel Lebih Terjangkau
Berbeda dengan seri iPhone premium yang dirilis setiap tahun, Apple sebelumnya tidak rutin menghadirkan versi harga ekonomis. Namun, setelah peluncuran iPhone 16e tahun lalu, perusahaan tampaknya mulai mengubah pendekatan tersebut.
Langkah ini dinilai sebagai respons terhadap meningkatnya minat konsumen terhadap iPhone dengan harga lebih ramah, terutama setelah penerimaan pasar terhadap iPhone Air disebut tidak terlalu kuat.
Penjualan iPhone Jadi Penopang Kepercayaan Investor
Penjualan iPhone masih menjadi tulang punggung bisnis Apple sekaligus meredam kekhawatiran investor terkait posisi perusahaan dalam persaingan teknologi AI global. Pada kuartal keempat 2025, Apple berhasil melampaui proyeksi pendapatan Wall Street, didorong oleh performa kuat seri iPhone 17.
Perusahaan juga mencatat rekor peningkatan pembaruan perangkat serta pertumbuhan dua digit dari pengguna yang beralih dari Android ke iPhone.
“Permintaan terhadap iPhone benar-benar luar biasa,” ujar CEO Apple, Tim Cook, seperti dikutip dari CNN Business pada 3 Maret 2026.
Dorong Adopsi Fitur AI Apple
Dengan harga 200 dolar AS lebih murah dibanding iPhone 17, iPhone 17e diperkirakan dapat mempercepat adopsi fitur Apple Intelligence, terutama bagi pengguna perangkat lama yang belum mendukung teknologi AI terbaru Apple.
Meski demikian, peluncuran ini terjadi di tengah tantangan industri smartphone global. Produsen perangkat saat ini menghadapi tekanan akibat kelangkaan memori yang dipicu meningkatnya kebutuhan komputasi berbasis AI.
Lembaga riset pasar International Data Corporation memperkirakan pasar smartphone global akan mengalami penurunan sebesar 6,8 persen pada kuartal pertama tahun ini.
Awal Rangkaian Peluncuran Produk Apple
iPhone 17e disebut menjadi pembuka rangkaian peluncuran produk Apple sepanjang tahun ini. Perusahaan juga tengah menyiapkan pembaruan asisten virtual Siri yang akan didukung model AI Gemini milik Google setelah sebelumnya mengalami penundaan, sebagaimana dilaporkan Bloomberg.
Selain itu, Apple dikabarkan sedang menyiapkan iPhone lipat pertamanya yang berpotensi meluncur tahun ini.
iPhone 17e akan tersedia dalam pilihan warna hitam, putih, dan merah muda, dengan kapasitas penyimpanan lebih besar dibanding pendahulunya. Perangkat ini juga dibekali modem seluler generasi baru yang diklaim dua kali lebih cepat dibandingkan modem pada iPhone 16e.
Dalam pengumuman yang sama, Apple turut memperkenalkan versi terbaru iPad Air.
Sumber: CNN Business

















