• About US
  • Privacy Policy
  • Journalistic Code of Ethics
  • Editorial Team
No Result
View All Result
The Celebest Times
  • Home
  • News
  • Regional
  • National
  • World
  • Business
  • Politics
  • Tech
  • Home
  • News
  • Regional
  • National
  • World
  • Business
  • Politics
  • Tech
No Result
View All Result
The Celebes Times
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Regional
  • National
  • World
  • Business
  • Politics
  • Tech
Home National

Antisipasi Kemarau Panjang, Pemerintah Perkuat Irigasi dan Benih di Jawa Barat

Redaksi by Redaksi
28 Maret 2026
in National

JAKARTA — Potensi musim kemarau 2026 yang diperkirakan berlangsung lebih panjang mendorong pemerintah mempercepat langkah antisipasi di sektor pertanian, khususnya di wilayah sentra produksi padi seperti Jawa Barat.

Berdasarkan proyeksi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), periode kemarau tahun ini diprediksi terjadi mulai April hingga Oktober dengan kecenderungan lebih kering di wilayah Indonesia bagian barat dan selatan. Kondisi ini berpotensi memberi tekanan terhadap ketersediaan air irigasi dan produktivitas pertanian.

Merespons hal tersebut, Kementerian Pertanian bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat memperkuat berbagai langkah strategis guna menjaga produksi padi tetap stabil dan pasokan pangan nasional tetap terjaga.

READ ALSO

Pemerintah Panggil Meta dan Google Terkait Kepatuhan Aturan TUNAS

Pemerintah Panggil Meta dan Google Terkait Kepatuhan Aturan TUNAS

31 Maret 2026
BRIN Soroti Dampak Perubahan Iklim terhadap Pangan, Dorong Inovasi Tahan Cuaca Ekstrem

BRIN Soroti Dampak Perubahan Iklim terhadap Pangan, Dorong Inovasi Tahan Cuaca Ekstrem

30 Maret 2026

Jawa Barat sendiri memiliki posisi penting sebagai salah satu lumbung pangan nasional, dengan luas baku lahan sawah mencapai sekitar 900.772 hektare. Stabilitas produksi di wilayah ini menjadi salah satu penopang utama ketahanan pangan nasional.

Sejumlah langkah antisipatif telah disiapkan pemerintah, antara lain penguatan jaringan irigasi pertanian, optimalisasi sistem irigasi perpompaan, penyaluran bantuan pompa air, hingga pemanfaatan lahan non-rawa untuk menjaga produktivitas.

Selain itu, dukungan benih padi juga disalurkan sebagai bagian dari upaya menjaga hasil produksi di tengah potensi tekanan iklim yang meningkat.

Di tingkat daerah, penguatan koordinasi lintas sektor turut dilakukan melalui rapat koordinasi peningkatan fungsi jaringan irigasi di Kabupaten Garut dan Bandung pada Rabu (25/3/2026). Kegiatan tersebut melibatkan Dinas Tanaman Pangan Provinsi Jawa Barat bersama unsur prasarana dan sarana serta tim pengelolaan lahan dan air.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa pemerintah telah menyiapkan langkah antisipatif secara menyeluruh untuk menghadapi potensi kemarau.

“Air adalah faktor kunci. Karena itu, penguatan irigasi, pompanisasi, dan dukungan benih harus berjalan bersamaan agar petani tetap bisa berproduksi secara optimal,” ujarnya.

Melalui langkah terkoordinasi tersebut, pemerintah berharap ketersediaan air untuk sektor pertanian tetap terjaga, sehingga produksi dan produktivitas padi di Jawa Barat dapat dipertahankan, bahkan ditingkatkan, meskipun dihadapkan pada tantangan perubahan iklim.

ARFAH

Share17Tweet11SendShareSend

Related Posts

Pemerintah Panggil Meta dan Google Terkait Kepatuhan Aturan TUNAS
National

Pemerintah Panggil Meta dan Google Terkait Kepatuhan Aturan TUNAS

31 Maret 2026
BRIN Soroti Dampak Perubahan Iklim terhadap Pangan, Dorong Inovasi Tahan Cuaca Ekstrem
National

BRIN Soroti Dampak Perubahan Iklim terhadap Pangan, Dorong Inovasi Tahan Cuaca Ekstrem

30 Maret 2026
Pemerintah Tegaskan Sanksi bagi Platform yang Tak Patuh PP Tunas
National

Pemerintah Tegaskan Sanksi bagi Platform yang Tak Patuh PP Tunas

30 Maret 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
ACC Menang Gugatan, Alfian Palaguna Sebut Penggugat Abaikan Mekanisme Sengketa

ACC Menang Gugatan, Alfian Palaguna Sebut Penggugat Abaikan Mekanisme Sengketa

31 Maret 2026
Diduga Modus Order Fiktif, Pedagang di TPI Maros Kehilangan Empat Gabus Ikan

Diduga Modus Order Fiktif, Pedagang di TPI Maros Kehilangan Empat Gabus Ikan

30 Maret 2026
MTP Maros Gelar “Ngopi Bareng”, Pererat Silaturahmi di Bulan Ramadan

MTP Maros Gelar “Ngopi Bareng”, Pererat Silaturahmi di Bulan Ramadan

19 Maret 2026
Ramai di Media Sosial, Orang Tua Siswa Spill Menu Makanan Bergizi Gratis Selama Ramadan

Ramai di Media Sosial, Orang Tua Siswa Spill Menu Makanan Bergizi Gratis Selama Ramadan

0
Dua Warga Ajukan Uji Materi UU Pemilu ke MK, Minta Larangan Kerabat Presiden Ikut Pilpres

Dua Warga Ajukan Uji Materi UU Pemilu ke MK, Minta Larangan Kerabat Presiden Ikut Pilpres

0
China Batasi Ekspor ke 40 Perusahaan Jepang, Ketegangan Ekonomi Meningkat

China Batasi Ekspor ke 40 Perusahaan Jepang, Ketegangan Ekonomi Meningkat

0
Pemblokiran Akses Warga Disorot, Praktisi Hukum Desak Intervensi Pemkab Maros

Pemblokiran Akses Warga Disorot, Praktisi Hukum Desak Intervensi Pemkab Maros

4 April 2026
Sulawesi Utara Diguncang Gempa Susulan Pasca Tsunami Kecil di Bitung, Sejumlah Wilayah Terdampak

Sulawesi Utara Diguncang Gempa Susulan Pasca Tsunami Kecil di Bitung, Sejumlah Wilayah Terdampak

2 April 2026
Kreasi Ayam Anti Bosan, Ini Resep Praktis Favorit yang Selalu Menggugah Selera

Kreasi Ayam Anti Bosan, Ini Resep Praktis Favorit yang Selalu Menggugah Selera

2 April 2026

Editors' Picks

iPhone 18 Pro Dirumorkan Hadir dengan Warna Merah Tua dan Kamera Lebih Canggih

iPhone 18 Pro Dirumorkan Hadir dengan Warna Merah Tua dan Kamera Lebih Canggih

15 Maret 2026
Surga Tersembunyi Nusantara: Rekomendasi Destinasi Wisata Alam Terindah di Indonesia

Surga Tersembunyi Nusantara: Rekomendasi Destinasi Wisata Alam Terindah di Indonesia

11 Maret 2026
Pemerintah Berlakukan PP TUNAS, Platform Digital Wajib Batasi Akses Anak

Pemerintah Berlakukan PP TUNAS, Platform Digital Wajib Batasi Akses Anak

28 Maret 2026

© 2026 Celebes Times — The Voice of East Indonesia

  • About US
  • Privacy Policy
  • Journalistic Code of Ethics
  • Editorial Team