Istri Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, Sara Netanyahu, menjadi perhatian publik setelah menyebut suaminya sebagai sosok yang dikagumi dunia dan pahlawan bagi negara-negara demokrasi. Pernyataan tersebut muncul saat ia terlibat percakapan telepon dengan seorang perempuan yang mengkritik kepemimpinan Netanyahu.
Rekaman percakapan itu diungkap ketika Sara menjalani wawancara tahun lalu. Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengaku kerap menjadi sasaran serangan dari pihak-pihak yang menentang suaminya, terutama menjelang pemilu 2014.
Dalam percakapan dengan istri Eli Moyal, mantan wali kota Sderot, yang menyoroti penanganan perang di Gaza, Sara terdengar membela suaminya dengan tegas. Ia menyatakan bahwa Netanyahu dihormati secara luas di tingkat internasional.
“Apakah ada orang di negara ini yang menginginkan pemimpin selain Bibi (Netanyahu)? Hah? Apakah tidak ada seseorang di seluruh negeri ini? Dia dikagumi di seluruh dunia. Seorang pria yang memikul seluruh Negara Israel di pundaknya, yang mengirim tentara ke medan perang, yang bertindak dengan kebijaksanaan politik yang langka, dan terus berbicara dengan para pemimpin dunia,” kata dia seperti dikutip dari laman Jewish Post, Minggu 15 Maret 2026.
Meski pada waktu yang sama Netanyahu disebut mendapat respons dingin dari Gedung Putih, Sara tetap menegaskan bahwa suaminya memiliki kemampuan komunikasi yang kuat dengan para pemimpin dunia. Dalam percakapan bernada tinggi itu, ia juga membandingkan Netanyahu dengan Eli Moyal.
“Di mana suamimu? Dia bahkan tidak sebanding dengan suamiku. Apa Eli Moyal pernah berbicara dengan para pemimpin dunia? Pernahkah dia melakukan sesuatu yang berarti dalam hidupnya?” ujarnya.
Tak hanya itu, Sara juga menyampaikan keyakinannya bahwa jika Netanyahu lahir dan besar di Amerika Serikat, ia berpotensi menjadi presiden. “Di Amerika Serikat mereka bilang, kalau dia lahir di sana, dia pasti sudah terpilih menjadi presiden,” kata Sara.















