• About US
  • Privacy Policy
  • Journalistic Code of Ethics
  • Editorial Team
No Result
View All Result
The Celebest Times
  • Home
  • News
  • Regional
  • National
  • World
  • Business
  • Politics
  • Tech
  • Home
  • News
  • Regional
  • National
  • World
  • Business
  • Politics
  • Tech
No Result
View All Result
The Celebes Times
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Regional
  • National
  • World
  • Business
  • Politics
  • Tech
Home Regional

Krisis Air Bersih di Mandai, PDAM Maros Akui Instalasi Pattontongan Tak Berproduksi Sejak Agustus

Redaksi by Redaksi
19 Oktober 2026
in Regional

MAROS — Krisis air bersih akibat kemarau berkepanjangan masih membayangi pelayanan Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumda) Tirta Bantimurung Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Hingga 19 Oktober 2026, instalasi pengolahan air di Pattontongan, Kecamatan Mandai, telah berhenti beroperasi selama 54 hari akibat keringnya saluran air baku Bendung Lekopancing.

Direktur PDAM Tirta Bantimurung Maros, Muh. Shalahuddin, mengungkapkan kondisi tersebut berdampak terhadap sekitar 9.000 sambungan rumah (SR) pelanggan yang tersebar di Kecamatan Mandai dan sekitarnya.

Menurutnya, saluran air baku Lekopancing mulai mengering sejak 26 Agustus 2026. Akibatnya, instalasi pengolahan air di Pattontongan yang memiliki kapasitas produksi 90 liter per detik tidak dapat beroperasi.

READ ALSO

Polres Maros Gelar Operasi Patuh Pallawa hingga 8 November, Ini 9 Pelanggaran Incaran

Polres Maros Gelar Operasi Patuh Pallawa hingga 8 November, Ini 9 Pelanggaran Incaran

26 Oktober 2026
Minggu Kasih di Gereja Katolik Maros, Wakapolres Ajak Jemaat Jaga Toleransi

Minggu Kasih di Gereja Katolik Maros, Wakapolres Ajak Jemaat Jaga Toleransi

25 Oktober 2026

“Sejak tanggal 26 Agustus itu pengolahan kami yang ada di Pattontongan, yang kapasitasnya 90 liter per detik, itu off atau tidak berproduksi. Kalau kita menghitung dari sekarang, itu sudah 54 hari,” kata Muh. Shalahuddin saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (19/10/2026).

Ia menyebut, kondisi serupa pernah terjadi pada 2023 ketika instalasi tersebut berhenti beroperasi selama 45 hari. Pada 2024, penghentian operasional berlangsung selama 42 hari. Namun, krisis pada 2026 telah melampaui durasi kejadian dalam dua tahun sebelumnya.

Dampak paling terasa berada di wilayah Mandai, terutama kawasan perumahan yang selama ini bergantung pada layanan PDAM Tirta Bantimurung.

Untuk memenuhi kebutuhan air pelanggan terdampak, pihaknya mengerahkan dua mobil tangki dan empat mobil pikap yang dilengkapi tandon air. Distribusi dilakukan berdasarkan laporan pengaduan pelanggan serta hasil pemantauan di lapangan.

“Kalau sekarang, ya tinggal itu saja, menyalurkan. Kami sambil menunggu pengaduan dari pelanggan, kemudian ada juga dari hasil pantauan teman-teman bahwa di daerah ini sudah tidak jalan air, itu yang langsung kami antarkan. Terutama di perumahan-perumahan sekitar Mandai,” ujarnya.

Shalahuddin mengatakan, pelayanan di wilayah Turikale dan Maccopa hingga saat ini relatif masih berjalan, meskipun di beberapa lokasi kemungkinan terjadi penurunan debit air.

Siapkan Sumur Dalam untuk Antisipasi Kemarau

Menghadapi potensi kemarau serupa pada masa mendatang, PDAM Tirta Bantimurung merencanakan pembangunan sumur dalam di dua lokasi instalasi pengolahan air, yakni Pattontongan dan Turikale.

Menurut Shalahuddin, kajian geolistrik telah dilakukan untuk mengidentifikasi potensi sumber air bawah tanah yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber air baku alternatif.

“Kami berencana mengantisipasi bila terjadi hal serupa lagi. Kemungkinan di dua instalasi kami, baik di Pattontongan maupun di Turikale, akan di-backup dengan sumur dalam. Kami sudah ada kajian geolistriknya dan di situ memungkinkan ada titik air di bawah yang bisa diambil,” jelasnya.

Ia berharap rencana pengeboran tersebut dapat direalisasikan pada 2027. Keberadaan sumur dalam diharapkan menjadi salah satu solusi untuk menjaga kontinuitas produksi air ketika sumber air permukaan mengalami penurunan akibat kemarau.

Rencana Penyertaan Modal Rp40 Miliar hingga 2030

Di tengah persoalan pasokan air baku, PDAM Tirta Bantimurung juga merencanakan pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) untuk meningkatkan kapasitas produksi dan memperluas cakupan pelayanan.

Shalahuddin menjelaskan, sebelumnya pihaknya mengusulkan pengembangan SPAM dengan kebutuhan anggaran sekitar Rp75 miliar kepada Pemerintah Kabupaten Maros. Usulan tersebut kemudian direspons dengan penjajakan peluang pembiayaan melalui PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau PT SMI.

Menurutnya, pihak SMI telah melakukan survei dan menyatakan PDAM layak mendapatkan dukungan pembiayaan. Namun, rencana pinjaman tersebut akhirnya tidak berlanjut karena terkendala persyaratan administrasi penyertaan modal pemerintah daerah.

“Ketika Pemerintah Kabupaten ingin memberikan penyertaan modal kepada PDAM, itu harus di-backup dengan Peraturan Daerah yang menyediakan nominal sejumlah yang mau dibantukan. Karena tidak ada itu, secara administrasi rencana pinjaman di SMI batal,” ungkapnya.

Sebagai alternatif, Pemerintah Kabupaten Maros merencanakan tambahan penyertaan modal sekitar Rp40 miliar hingga 2030. Saat ini, regulasi berupa Peraturan Daerah yang menjadi dasar penyertaan modal tersebut masih dalam proses pembahasan.

Shalahuddin menjelaskan, penyertaan modal itu nantinya dilakukan secara bertahap setiap tahun dengan mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah.

Dana tersebut direncanakan untuk mendukung pengembangan SPAM, termasuk peningkatan kapasitas instalasi, perluasan jaringan distribusi, serta peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Target Tambahan 5.000 Pelanggan di Wilayah Pesisir

Pengembangan SPAM juga diarahkan untuk memperluas layanan air bersih ke sejumlah wilayah yang membutuhkan tambahan pasokan, khususnya kawasan pesisir Kabupaten Maros.

Salah satu rencana yang disiapkan adalah peningkatan kapasitas instalasi di Bantimurung sebesar 60 liter per detik. Tambahan kapasitas tersebut akan diarahkan untuk melayani Kecamatan Bontoa, Lau, dan Maros Baru.

“Dari pengembangan SPAM ini ada pengembangan kapasitas. Contohnya, di Bantimurung ada rencana upgrading atau penambahan 60 liter per detik. Itu nantinya akan kita dorong ke tiga kecamatan, yakni Bontoa, Lau, dan Maros Baru,” kata Shalahuddin.

Ia memperkirakan tambahan kapasitas tersebut berpotensi membuka sekitar 5.000 sambungan rumah baru.

Saat ini, PDAM Tirta Bantimurung tercatat memiliki sekitar 24.000 pelanggan. Dengan asumsi setiap sambungan rumah melayani empat hingga lima orang, jumlah masyarakat yang terlayani diperkirakan mencapai sekitar 100.000 jiwa.

Penambahan 5.000 sambungan rumah diproyeksikan memperluas jangkauan pelayanan kepada sekitar 20.000 hingga 25.000 orang. Potensi penambahan pelanggan juga dapat berasal dari pengembangan sumur dalam dan sumber air alternatif lainnya.

SPAM Mamminasata Ditargetkan Perluas Layanan Moncongloe

Selain mengandalkan pengembangan internal, PDAM Tirta Bantimurung menunggu realisasi pasokan air dari Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Mamminasata yang dikelola pemerintah provinsi untuk melayani Kabupaten Takalar, Gowa, Makassar, dan Maros.

Dalam skema tersebut, Kabupaten Maros direncanakan memperoleh alokasi air sebesar 130 liter per detik. Pasokan itu diperkirakan dapat mendukung pelayanan bagi sekitar 10.000 pelanggan.

Shalahuddin menyebut, layanan tersebut diharapkan mulai tersedia pada 2027 atau paling lambat 2028.

“Sekarang ini kita menunggu pelayanan SPAM Mamminasata. Di situ kita dapat 130 liter per detik, yang rencananya pelayanan sudah bisa ready pada 2027, paling lambat 2028,” ujarnya.

Menurutnya, tambahan pasokan tersebut akan diprioritaskan untuk Kecamatan Moncongloe yang selama ini belum terjangkau layanan PDAM. Selain itu, jaringan pelayanan juga direncanakan menyasar kawasan pengembangan industri dan bisnis di Kecamatan Marusu, termasuk kawasan Bandara.

Rangkaian rencana tersebut diharapkan dapat memperluas akses air bersih bagi masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan pasokan ketika terjadi kemarau. Namun, realisasi program akan bergantung pada kesiapan pendanaan, penyelesaian regulasi, pembangunan infrastruktur, serta ketersediaan sumber air baku yang berkelanjutan.

Share3Tweet2SendShareSend

Related Posts

Polres Maros Gelar Operasi Patuh Pallawa hingga 8 November, Ini 9 Pelanggaran Incaran
Regional

Polres Maros Gelar Operasi Patuh Pallawa hingga 8 November, Ini 9 Pelanggaran Incaran

26 Oktober 2026
Minggu Kasih di Gereja Katolik Maros, Wakapolres Ajak Jemaat Jaga Toleransi
Regional

Minggu Kasih di Gereja Katolik Maros, Wakapolres Ajak Jemaat Jaga Toleransi

25 Oktober 2026
Bertahun-tahun Minim Penerangan, Alliritengae Akhirnya Dapat Lampu Jalan Tenaga Surya
Regional

Bertahun-tahun Minim Penerangan, Alliritengae Akhirnya Dapat Lampu Jalan Tenaga Surya

25 Oktober 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Konsolidasi KBPP Polri Tetapkan AH Bimo Soeryono sebagai Ketua Umum Periode 2026–2031

Konsolidasi KBPP Polri Tetapkan AH Bimo Soeryono sebagai Ketua Umum Periode 2026–2031

20 Mei 2026
ACC Menang Gugatan, Alfian Palaguna Sebut Penggugat Abaikan Mekanisme Sengketa

ACC Menang Gugatan, Alfian Palaguna Sebut Penggugat Abaikan Mekanisme Sengketa

31 Maret 2026
Kuasa Hukum Soroti Dugaan Penahanan Bayi oleh Pengasuh Rumah Quran di Maros

Kuasa Hukum Soroti Dugaan Penahanan Bayi oleh Pengasuh Rumah Quran di Maros

9 Mei 2026
Ramai di Media Sosial, Orang Tua Siswa Spill Menu Makanan Bergizi Gratis Selama Ramadan

Ramai di Media Sosial, Orang Tua Siswa Spill Menu Makanan Bergizi Gratis Selama Ramadan

0
Dua Warga Ajukan Uji Materi UU Pemilu ke MK, Minta Larangan Kerabat Presiden Ikut Pilpres

Dua Warga Ajukan Uji Materi UU Pemilu ke MK, Minta Larangan Kerabat Presiden Ikut Pilpres

0
China Batasi Ekspor ke 40 Perusahaan Jepang, Ketegangan Ekonomi Meningkat

China Batasi Ekspor ke 40 Perusahaan Jepang, Ketegangan Ekonomi Meningkat

0
Polres Maros Gelar Operasi Patuh Pallawa hingga 8 November, Ini 9 Pelanggaran Incaran

Polres Maros Gelar Operasi Patuh Pallawa hingga 8 November, Ini 9 Pelanggaran Incaran

26 Oktober 2026
Minggu Kasih di Gereja Katolik Maros, Wakapolres Ajak Jemaat Jaga Toleransi

Minggu Kasih di Gereja Katolik Maros, Wakapolres Ajak Jemaat Jaga Toleransi

25 Oktober 2026
Bertahun-tahun Minim Penerangan, Alliritengae Akhirnya Dapat Lampu Jalan Tenaga Surya

Bertahun-tahun Minim Penerangan, Alliritengae Akhirnya Dapat Lampu Jalan Tenaga Surya

25 Oktober 2026

Editors' Picks

Ketegangan Memuncak: Iran Gempur Fasilitas Energi Teluk Usai Kematian Kepala Intelijen

Ketegangan Memuncak: Iran Gempur Fasilitas Energi Teluk Usai Kematian Kepala Intelijen

19 Maret 2026
China Batasi Ekspor ke 40 Perusahaan Jepang, Ketegangan Ekonomi Meningkat

China Batasi Ekspor ke 40 Perusahaan Jepang, Ketegangan Ekonomi Meningkat

27 Februari 2026
Zero Halinar Jadi Harga Mati, Kalapas Narkotika Sungguminasa Bidik Lapas Bebas HP, Pungli, dan Narkoba

Zero Halinar Jadi Harga Mati, Kalapas Narkotika Sungguminasa Bidik Lapas Bebas HP, Pungli, dan Narkoba

17 Oktober 2026

© 2026 Celebes Times — The Voice of East Indonesia

  • About US
  • Privacy Policy
  • Journalistic Code of Ethics
  • Editorial Team