MAROS — Pasokan ikan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Labuang, Kabupaten Maros, mengalami peningkatan signifikan dalam sepekan terakhir. Volume ikan yang masuk diperkirakan mencapai 35 hingga 40 ton per hari, sehingga memicu persaingan harga di antara para pedagang.
Kondisi tersebut berdampak pada penurunan harga sejumlah jenis ikan, termasuk ikan katombo. Jika sebelumnya harga ikan berkisar Rp1,7 juta hingga Rp2 juta per gabus, kini turun menjadi sekitar Rp1 juta hingga Rp1,2 juta per gabus.
Penurunan harga ini menjadi kabar baik bagi masyarakat, khususnya konsumen yang menjadikan ikan sebagai salah satu sumber pangan sehari-hari. Dengan pasokan yang melimpah, masyarakat berpeluang mendapatkan ikan segar dengan harga yang lebih terjangkau.
Kepala UPTD TPI Labuang Maros, Burhan, mengatakan peningkatan pasokan ikan dalam sepekan terakhir diduga dipengaruhi oleh naiknya hasil tangkapan nelayan pada musim kemarau.
Menurutnya, kondisi cuaca serta pergerakan angin timur dan barat diduga turut memengaruhi aktivitas melaut dan hasil tangkapan nelayan.
Keterangan tersebut disampaikan Burhan saat ditemui di kantor pengelola pelelangan ikan atau lelong TPI Labuang, Rabu (14/10/2026).
Burhan mengimbau masyarakat yang gemar mengonsumsi ikan untuk berkunjung langsung ke TPI Labuang. Selain menawarkan harga yang relatif lebih murah, ikan yang tersedia juga masih dalam kondisi segar.
“Dengan pasokan yang melimpah, masyarakat bisa mendapatkan ikan dengan harga yang lebih terjangkau. Kami mengimbau masyarakat untuk datang langsung ke TPI Labuang,” ujarnya.
Di sisi lain, Burhan mengatakan pihak pengelola terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, termasuk menjaga kebersihan lingkungan pelelangan.
Menurutnya, kebersihan menjadi perhatian penting, terutama pada musim kemarau, ketika aroma tidak sedap di kawasan pelelangan berpotensi mengganggu kenyamanan pengunjung.
Upaya menjaga kebersihan tersebut diharapkan dapat membuat aktivitas jual beli ikan di TPI Labuang berlangsung lebih nyaman, sekaligus mendukung pelayanan yang lebih baik bagi pedagang maupun masyarakat.
Melimpahnya pasokan ikan ini diharapkan tidak hanya memberikan keuntungan bagi konsumen melalui harga yang lebih terjangkau, tetapi juga tetap mendukung aktivitas ekonomi nelayan dan pedagang di Kabupaten Maros.















