JAKARTA – Sebuah potongan video lama menampilkan budayawan dan intelektual Muslim Indonesia, Emha Ainun Nadjib, kembali beredar luas di media sosial dan memicu diskusi publik di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
Rekaman tersebut berasal dari kegiatan Tabligh Nusantara yang digelar di Masjid Agung Al-Aqsha Klaten pada 22 Februari 2012. Isi pernyataan yang disampaikan lebih dari satu dekade lalu itu kini dinilai sebagian warganet relevan dengan dinamika konflik regional yang kembali memanas.
Dalam video tersebut, Cak Nun menyampaikan pandangannya mengenai kemungkinan perubahan peta kekuatan global, termasuk potensi konflik yang melibatkan Iran, Israel, dan Amerika Serikat.
“Suatu hari Iran akan diserang oleh Israel dan Amerika… dan nanti Arab Saudi bisa dipastikan akan membela Israel,” ujar Cak Nun dalam rekaman yang kembali viral tersebut.
Pernyataan itu kembali diperbincangkan seiring meningkatnya ketegangan antara Teheran dan Tel Aviv, serta dinamika politik luar negeri negara-negara kawasan Teluk, termasuk Arab Saudi.
Sebagian publik menilai pernyataan tersebut sebagai bentuk ketajaman analisis geopolitik yang membaca kecenderungan hubungan internasional sejak lama. Namun, tidak sedikit pula yang memandangnya sebagai refleksi pemikiran filosofis yang bersifat interpretatif, bukan prediksi literal mengenai masa depan.
Selain membahas kemungkinan konflik global, Cak Nun dalam kesempatan itu juga mengajukan pertanyaan reflektif mengenai posisi Indonesia dalam percaturan internasional.
“Pertanyaannya, untuk Indonesia membela mana?” ucapnya dalam potongan video tersebut.
Kemunculan kembali rekaman lama ini menunjukkan bagaimana pernyataan tokoh publik dapat memperoleh makna baru ketika dibaca dalam konteks peristiwa aktual. Di tengah situasi global yang terus berkembang, diskusi mengenai peran dan posisi Indonesia dalam konflik internasional pun kembali menjadi perhatian publik
















