JAKARTA – OpenAI merilis pembaruan terbaru untuk ChatGPT yang diklaim mampu menghadirkan gaya percakapan lebih natural dan tidak lagi terkesan berlebihan atau “cringe”.
Pembaruan ini menyasar model yang paling banyak digunakan pengguna. Perusahaan menyebut, pengguna akan lebih jarang menemukan respons dramatis atau pernyataan yang terasa janggal dalam percakapan.
Dalam keterangan resminya, OpenAI menyatakan versi terbaru menghadirkan jawaban yang lebih akurat, hasil pencarian web yang lebih kaya serta kontekstual, dan mengurangi respons yang berujung buntu, terlalu banyak peringatan, maupun kalimat yang terkesan terlalu menggurui sehingga mengganggu alur dialog.
Sebelumnya, model GPT-5.2 Instant dinilai sebagian pengguna memiliki nada yang terkadang terasa berlebihan, terlalu asumtif terhadap maksud atau emosi pengguna, bahkan terkesan mendikte. Gaya seperti penggunaan frasa dramatis dinilai mengurangi kenyamanan interaksi.
Melalui pembaruan ini, OpenAI menekankan pendekatan percakapan yang lebih fokus namun tetap alami. Respons diharapkan lebih lugas, tanpa deklarasi yang tidak perlu atau kalimat hiperbolik yang memotong alur komunikasi.
Jika berjalan sesuai rencana, pembaruan ini diyakini dapat mengurangi respons formulaik yang selama ini kerap menjadi bahan lelucon di media sosial. Menyeimbangkan respons agar tetap personal namun tidak berlebihan disebut sebagai tantangan berkelanjutan dalam pengembangan ChatGPT.
Selain itu, OpenAI juga menyebut pembaruan model GPT-5.3 Instant membawa peningkatan dalam integrasi data dari hasil pencarian web ke dalam jawaban. Sistem diklaim mampu mengolah dan menyajikan informasi daring secara lebih relevan dan terstruktur.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan OpenAI dalam menyempurnakan kualitas interaksi berbasis kecerdasan buatan, seiring meningkatnya ekspektasi pengguna terhadap akurasi dan kenyamanan percakapan digital.

















