MAROS — Komunitas pecinta sepeda motor Yamaha Mio di Kabupaten Maros kini memiliki wadah resmi setelah terbentuknya komunitas To Maru Mio. Pengukuhan pengurus dilakukan dalam sebuah pertemuan yang berlangsung di Rumah Kebun Bili-Bili, dengan suasana yang berlangsung akrab dan penuh kebersamaan.
Pembentukan komunitas ini diprakarsai oleh H. Rusli Rasyid yang akrab disapa Hacel. Ia berperan dalam mendorong terbentuknya struktur organisasi yang lebih tertata bagi para pengguna Yamaha Mio di wilayah Maros.
Dalam forum musyawarah tersebut, Mirwan, SE, disepakati sebagai ketua pertama komunitas To Maru Mio. Ia diharapkan mampu mengonsolidasikan anggota dari berbagai latar belakang serta memperkuat solidaritas internal.
“Alhamdulillah, amanah ini merupakan tanggung jawab besar. Fokus utama kami saat ini adalah merangkul kembali anak-anak Mio yang ada di Maros untuk saling mengenal, menjaga kekompakan, dan membuktikan bahwa komunitas motor bukan sekadar hobi, tapi juga keluarga,” ujar Mirwan usai pengukuhan.
Tak hanya berfokus pada kegiatan otomotif seperti touring, komunitas ini juga diarahkan untuk memiliki peran sosial di tengah masyarakat. Sejumlah program kerja yang disiapkan meliputi penguatan silaturahmi antaranggota serta pelaksanaan kegiatan sosial.
Beberapa agenda yang direncanakan antara lain menjalin komunikasi antar pengguna Yamaha Mio di berbagai wilayah Maros, serta melaksanakan kegiatan kemanusiaan seperti kunjungan ke panti asuhan dan aksi sosial lainnya.
H. Rusli Rasyid menegaskan bahwa komunitas ini diharapkan mampu menjadi contoh positif dan menghapus stigma negatif terhadap komunitas motor.
“Kita ingin menghapus stigma negatif tentang geng motor. To Maru Mio hadir dengan membawa misi kemanusiaan. Dari Maros, untuk sesama,” ujarnya.
Dengan terbentuknya kepengurusan tersebut, komunitas To Maru Mio diharapkan dapat menjadi ruang kolaborasi yang tidak hanya mempererat persaudaraan antaranggota, tetapi juga memberi kontribusi nyata bagi masyarakat, sejalan dengan nilai lokal Sipakatau, Sipakainge, dan Sipakalebbi.
















