TEHERAN – Sejumlah media internasional melaporkan adanya serangan militer besar yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel terhadap sejumlah target di Iran pada 28 Februari 2026.
Media pemerintah Iran, termasuk kantor berita resmi Islamic Republic News Agency (IRNA), menyebut sebuah sekolah dasar putri di Kota Minab, Provinsi Hormozgan, turut terdampak dalam rangkaian serangan tersebut.
Laporan yang dikutip kantor berita internasional Associated Press (AP) serta sejumlah media global lainnya menyebut sedikitnya lima murid dilaporkan tewas berdasarkan pernyataan pejabat Iran. Namun hingga kini, jumlah korban masih merujuk pada klaim otoritas setempat dan belum diverifikasi secara independen oleh lembaga pemantau internasional.
Di tengah perkembangan situasi, berbagai klaim mengenai jumlah korban yang lebih besar juga beredar luas di media sosial. Meski demikian, angka tersebut belum dikonfirmasi oleh media internasional arus utama seperti Reuters, Agence France-Presse (AFP), BBC News, maupun Al Jazeera.
Operasi militer ini disebut sebagai bagian dari eskalasi konflik yang lebih luas antara Iran dengan Israel dan Amerika Serikat, menyusul meningkatnya ketegangan terkait isu keamanan regional serta program strategis Iran. Pemerintah Iran mengecam keras serangan tersebut dan menilainya sebagai pelanggaran terhadap warga sipil, sementara pihak Amerika Serikat dan Israel menyatakan operasi diarahkan pada target yang mereka anggap strategis.
Situasi di lapangan masih berkembang dengan pembaruan informasi yang berlangsung cepat. Publik diimbau untuk tetap berhati-hati terhadap informasi yang beredar di media sosial serta menunggu konfirmasi dari sumber berita kredibel dan verifikasi independen.















